Lebih Selektif Pilih Rekanan, Marjin Laba Arsy Buana (HAJJ) Melonjak 40,61 Persen

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

kontribusi bisnis hotel masih tetap mendominasi, dengan menyumbang 89,9 persen terhadap total pendapatan yang diraup Perseroan.

Lebih Selektif Pilih Rekanan, Marjin Laba Arsy Buana (HAJJ) Melonjak 40,61 Persen (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) menegaskan bahwa peningkatan kualitas laba menjadi strategi andalan yang dipilih guna memaksimalkan kinerja Perseroan di tengah persaingan industri perjalanan religi yang semakin ketat.

Eksekusi atas strategi tersebut, di antaranya, dilakukan dengan tidak lagi memperpanjang kontrak allotment sejumlah hotel dengan catatan marjin rendah, sembari mangarahkan fokus sumber daya pada properti dengan profitabilitas lebih tinggi. 

Baca Juga:
Pemerintah Legalkan Umrah Mandiri, Begini Proyeksi Bisnis Arsy Buana (HAJJ) ke Depan

Praktis dengan makin berkurangnya jumlah hotel rekanan, total pendapatan yang dibukukan HAJJ sepanjang semester I-2026 menyusut menjadi hanya Rp363,6 miliar, dibanding perolehan Rp521,77 miliar pada semester I-2025 lalu.

"Meski begitu, dengan langkah strategis tersebut, kami berhasil meningkatkan kualitas laba secara signifikan melalui ekspansi marjin yang kuat di seluruh lini profitabilitas Perseroan," ujar Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).

Baca Juga:
Laba HAJJ Tumbuh 113 Persen hingga Kuartal III, Ditopang Segmen Perhotelan

Klaim Saipul tersebut, didasarkan pada capaian laba kotor Perseroan yang relatif stabil sebesar Rp68,36 miliar, dibandingkan Rp69,76 miliar pada enam bulan pertama 2025, namun dengan porsi marjin laba yang meningkat signifikan, dari semula 13,37 persen pada semester I-2025, menjadi 18,8 persen pada semester I-2026 lalu.

Artinya, ada pertumbuhan porsi marjin laba kotor sebesar 40,61 persen di sepanjang paruh pertama tahun ini.

Baca Juga:
Ditopang Bisnis Hotel, Laba Arsy Buana (HAJJ) Tumbuh 198 Persen Jadi Rp90,76 Miliar

Sedangkan, pada level operasional, marjin EBT juga menguat dari 6,48 persen menjadi 8,02 persen, dengan marjin EBITDA yang juga melonjak, dari semula 8,17 persen menjadi 10,17 persen, untuk perbandingan periode yang sama.

"Catatan ini mencerminkan disiplin biaya yang lebih ketat, beban umum dan administrasi turun 26,55 persen, portofolio hotel yang lebih selektif dengan marjin lebih tinggi, serta peningkatan kualitas laba yang konsisten pada basis pendapatan yang lebih ramping," ujar Saipul.

Secara segmentasi, Saipul menjelaskan, kontribusi bisnis hotel masih tetap mendominasi, dengan menyumbang 89,9 persen terhadap total pendapatan yang diraup Perseroan.

Catatan ini, bagi Saipul, semakin menegaskan kepemimpinan HAJJ dalam layanan hotel allotment di Makkah dan Madinah serta basis recurring revenue yang kuat.

Mulai tahun ini, Perseroan juga mengelola secara penuh sebuah hotel di Madinah, yang membuka ruang perolehan margin lebih tinggi dibandingkan skema allotment parsial.

"Pilihan kami untuk fokus pada segmen hotel bermarjin tinggi dan disiplin biaya telah memperkuat posisi kami di pasar. Dan ini tentu semakin membuat kami yakin, bahwa tren kinerja positif ini akan bisa kami lanjutkan sampai akhir tahun," ujar Saipul.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Kalah dari Sekolah Favorit, Siswa Sekolah Rakyat Makassar Panen Medali di Tiga Ajang Bergengsi
• 18 jam lalu
0
thumb
Manfaat Rutin Makan Semangka
• 22 jam lalu
0
thumb
Menhan Sjafrie: Thailand Akan Ikut Latgab Super Garuda Shield
• 13 jam lalu
0
thumb
Pengalaman Vino G. Bastian Pakai Polytron G3+: Biaya Operasional Rp 300 Ribuan
• 11 jam lalu
0
thumb
ACES Tumbuh pada Semester I 2026, Ekspansi AZKO Makin Agresif dengan 276 Toko
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.