BEKASI, KOMPAS.com – Polisi membantah narasi yang menyebut Ketua RT di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, sengaja melepaskan terduga pelaku pencurian motor milik seorang perempuan yang videonya viral di media sosial.
Kapolsek Medan Satria AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Ketua RT tersebut tidak mengetahui bahwa keributan yang terjadi di wilayahnya berkaitan dengan kasus pencurian sepeda motor.
"Yang beliau tahu hanya ada keributan di wilayahnya, sehingga langsung menghubungi kami," ujar Bintang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Dokter Tifa Ajukan Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi
Bintang menambahkan, polisi juga masih mendalami dugaan intimidasi terhadap korban sebagaimana dinarasikan dalam unggahan yang viral di media sosial.
"Penyelidikan masih terus berjalan," kata dia.
Selain itu, polisi telah mendapatkan identitas dua terduga pelaku pencurian sepeda motor dan kini masih melakukan pengejaran.
"Identitas kedua pelaku sudah kami kantongi," ujar Bintang.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Satria AKP Isack Erixon menjelaskan, peristiwa itu bermula dari pencurian sepeda motor Honda Beat milik korban di area pinggir Kali, depan Pergudangan Logos, Kecamatan Medan Satria, pada Selasa (28/7/2026) malam.
Keesokan harinya, korban bersama ibu, adik perempuan, dan seorang rekannya mencari rekaman kamera pengawas (CCTV).
Dari rekaman tersebut, korban mengaku mengenali sosok yang diduga sebagai pelaku karena keduanya bekerja di tempat yang sama.
Baca juga: Karyawan Bank Keliling di Tangerang Dianiaya-Disekap Bos dan 4 Rekannya Usai Ajukan Resign
Pada Kamis (30/7/2026), korban bersama keluarganya kemudian mendatangi tempat kos terduga pelaku untuk meminta klarifikasi. Namun, terduga pelaku membantah tuduhan tersebut dan menghubungi seorang rekannya.
Menurut Isack, rekan terduga pelaku kemudian menyarankan agar persoalan diselesaikan di rumah Ketua RT setempat. Namun, dalam perjalanan hingga tiba di lokasi, terjadi keributan antara kedua belah pihak.
"Sampai di rumah Pak RT pun masih terjadi keributan. Dari situ ada yang menghubungi Bhabinkamtibmas dan anggota piket Polsek Medan Satria sehingga anggota langsung mendatangi lokasi," kata Isack.
Sebelum petugas kepolisian tiba, terduga pelaku diduga telah melarikan diri. Kondisi itu kemudian memunculkan anggapan dari pihak korban bahwa Ketua RT dan warga sengaja membiarkan atau melepaskan terduga pelaku.
Padahal, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Isack, Ketua RT justru berupaya meredakan keributan sebelum akhirnya meminta bantuan kepolisian.






Komentar (0)