Muhibah Armada ke-83 AL China di Surabaya untuk Mempererat Persahabatan

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA, KOMPAS - Armada ke-83 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (The People’s Liberation Army Navy 83rd Task Group) menempuh pelayaran samudra untuk muhibah pendidikan, kebudayaan, dan militer ke Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 2-6 Agustus 2026. Muhibah ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama sekaligus persahabatan kedua negara.

Armada ke-83 untuk misi muhibah ini ialah kapal latih Qi Jiguang-83 dan kapal amfibi Kunlunshan-998 dengan personel 900 perwira, prajurit, taruna, dan pendukung. Kedua bahtera tempur itu sandar di Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (2/8/2026) pukul 10.00 WIB.

Menurut Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Laksamana Muda Ali Triswanto, kunjungan Armada ke-83 itu merupakan bentuk pengembangan kerja sama dan persahabatan AL kedua negara. Menurutnya, hubungan baik yang dibangun melalui diplomasi tidak hanya mempererat kerja sama antarinstitusi, tetapi juga membangun persahabatan di antara para prajurit kedua negara.

”Semangat saling menghormati, profesionalisme, dan kerja sama yang ditunjukkan merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan maritim di masa depan demi terciptanya kawasan yang aman, damai, dan sejahtera,” kata Ali.

Pada Selasa (4/8/2026), delegasi Armada ke-83 memenuhi misi muhibah pendidikan dan kebudayaan dengan mengunjungi Xin Zhong School (SD-SMP-SMA) Kampus Pakuwon City. Pimpinan delegasi ialah Wakil Komandan Zhang Yang, Komisaris Politik He Jun, Wakil Komisaris Politik Zhu Weiguo, dan Wakil Konsul Jenderal China di Surabaya Tan Dayou.

”Melintasi ribuan mil lautan untuk berkunjung ke Sekolah Xin Zhong merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami,” ujar Wakil Komandan Zhang Yang dalam sambutannya.

Baca JugaIndonesia Gabung Organisasi AI Gagasan China

Zhang melanjutkan, pelayaran ini merupakan tugas tahunan untuk memperkuat hubungan dan kerja sama internasional. Hal itu juga untuk praktik pelayaran samudra bagi para taruna tingkat sarjana AL China. Selama di Surabaya, delegasi melaksanakan kunjungan persahabatan, pendidikan, pertukaran budaya, dan gelar kapal (open ship).

”Kami berharap dapat memperkenalkan kisah-kisah Tiongkok (China), menyampaikan suara, dan menampilkan citra negeri yang terbuka, bersahabat, dan penuh tanggung jawab,” kata Zhang.

Zhang mengatakan, Surabaya merupakan salah satu pusat penting komunitas Tionghoa dan peranakan Tionghoa di Indonesia. Ibu kota Jatim ini dikenal memiliki sejarah panjang, warisan budaya, dan warga yang ramah serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Inilah yang mendorong pendirian Xin Zhong School (2004) sebagai kelanjutan misi pendidikan warisan Sin Hwa (1934-1966).

Menurut Zhang, Xin Zhong School konsisten menerapkan pengajaran tiga bahasa, yakni Indonesia, Mandarin, dan Inggris. Sekolah ini mengabdikan diri pada pengembangan bahasa Mandarin, merawat kelestarian akar budaya Tionghoa di luar tanah leluhur, dan menyebarkan persahabatan bangsa Tiongkok dan Nusantara.

”Sekolah ini telah menjadi jembatan penting peradaban Indonesia dan Tiongkok (China) sekaligus menjadi saksi budaya Tionghoa terus bersemi dan berkembang di Bumi Nusantara,” ujar Zhang.

Baca JugaGlodok, Memori Lama di Tengah Modernisasi Jakarta

Zhang menambahkan, bahasa menjadi jembatan yang mendekatkan hati, sedangkan budaya adalah fondasi persahabatan. Oleh karena itu, pendidikan bahasa Mandarin dapat mempersatukan peranakan Tionghoa perantauan, melahiran generasi muda yang merawat persahabatan Indonesia-China selamanya.

Seluruh siswa dan siswi pun diharapkan agar tekun belajar, memperluas wawasan, keterampilan, dan keahlian serta menguatkan karakter unggul lalu berjiwa besar.

”Kami berharap kalian senantiasa menaruh perhatian kepada perkembangan maritim dan kerja sama Indonesia-Tiongkok, berpartisipasi aktif dalam pertukaran, dan kelak menjadi duta yang menjembatani peradaban dan mempererat persahabatan kedua negara,” kata Zhang.

Ketua Yayasan Sarana Hubungan Harmonis Sejahtera (SHHS) Heru Budihartono mengaku sering mengutarakan pepatah China kepada anak-anak, yakni air memiliki sumber, pohon memiliki akar. Nenek moyang peranakan Tionghoa dari China dan budaya Tionghoa adalah akar mereka.

Saat ini, China melaju dalam teknologi antariksa, kereta cepat, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. Beragam prestasi itu, menurut Heru, membuat peranakan Tionghoa di perantauan bangga dan kian teguh untuk merawat budaya leluhur.

”Sejak dibuka kembali pada 2004, Xin Zhong School berpegang teguh pada misi melestarikan budaya Tionghoa serta membina generasi muda sebagai duta persahabatan kedua negara,” ujarnya.

Baca JugaJika ke Surabaya, Mampirlah ke Pecinan Kapasan Dalam

Pada 2004, Xin Zhong School memiliki 90 siswa di satu lokasi. Setelah 22 tahun berjalan, Xin Zhong School berdiri di tiga lokasi dengan lebih dari 1.800 peserta didik. Jenjang pendidikan anak usia dini sampai sekolah menengah atas menggunakan tiga bahasa dalam pengajarannya. Untuk budaya Tionghoa diajarkan opera Beijing, kaligrafi, lukis, tari, dan bela diri.

Heru menambahkan, kalangan alumni Xin Zhong melanjutkan ke kampus bereputasi di China, antara lain, Tsinghua, Peking, Fudan, Zhejiang, dan Shanghai Jiao Tong. Kehadiran Armada ke-83 menjadi pelajaran berharga bagi siswa dan siswi dalam memperlihatkan nilai tanggungjawab, disiplin, percaya diri, dan dedikasi melalui para prajurit dan kadet.

Direktur Pendidikan Xin Zhong School, Peng Zexiang menambahkan, kehadiran Armada ke-83 memperlihatkan semangat luhur pengabdian untuk negara. Armada ini menjangkau empat benua, tiga samudra, dan mengunjungi lebih dari 30 negara.

”Armada ini bukan sekadar universitas di lautan yang membina para perwira dan prajurit Angkatan Laut tetapi sebagai duta persahabatan dan perdamaian internasional,” kata Peng. AL China kian dikenal mencintai perdamaian, terbuka, inklusif, profesional, memperlihatkan kehormatan dan wibawa kekuatan maritim negara adidaya.

Kami berharap dapat memperkenalkan kisah-kisah Tiongkok (China), menyampaikan suara, dan menampilkan citra negeri yang terbuka, bersahabat, dan penuh tanggung jawab

Peng melanjutkan, semoga kehadiran perwira, prajurit, dan taruna AL China dapat berinteraksi hangat dengan seluruh siswa siswi dan guru. Dia pun berharap semua pihak dapat berbagi kisah inspiratif mengenai kehidupan dan pengabdian di samudra.

”Semoga jalinan persahabatan kedua negara semakin erat, tumbuh, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui kaum muda,” ujar Peng.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kupas Tuntas Peran dan Peluang BPD dalam Mendongkrak Ekonomi Nasional
• 3 jam lalu
0
thumb
Polisi Panggil Produsen Vape Dipromosikan Bigmo, Usut Kontrak Kerja Sama
• 8 jam lalu
0
thumb
DPR Minta Kemendagri Gencarkan Pembinaan Buntut Marak Kepala Daerah Korupsi
• 6 jam lalu
0
thumb
Viral Mal Pasang Pagar Tinggi Imbas Isu Demo Agustus, Polri Perkuat Intelijen hingga Patroli Siber
• 17 jam lalu
0
thumb
Munafri Tegaskan Pentingnya Sinergi Ekonomi Rakyat di Seminar KDKMP
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.