Misteri Kasus Hilangnya Stoner 3,5 Tahun di Toraja Utara: Ketua PTI Papua Barat Buka Suara, Polres Janji Tindak Lanjuti

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, FAJAR – Tiga setengah tahun berlalu, misteri hilangnya Stoner masih belum terpecahkan. Kasus yang menyita perhatian warga Toraja Utara itu kembali menjadi sorotan publik.

Desakan agar penanganan perkara diusut lebih serius kini datang dari berbagai pihak. Polres Toraja Utara pun memastikan akan mempelajari kembali kasus tersebut dan melanjutkan proses penyelidikannya.

Kasus hilangnya Stoner, remaja asal Sadan Malimbong, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian setelah belum menunjukkan perkembangan berarti sejak peristiwa itu terjadi pada malam 30 Maret 2023.

Sorotan tidak hanya datang dari keluarga korban, tetapi juga dari kalangan tokoh masyarakat dan praktisi hukum asal Toraja. Salah satunya Ketua Pemuda Toraja Indonesia (PTI) Provinsi Papua Barat, Patrix Barumbun Tandirerung.

Patrix menilai terdapat sejumlah langkah yang dapat ditempuh untuk mendorong pengungkapan perkara yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

Menurutnya, DPRD Toraja Utara seharusnya mengambil peran lebih aktif dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengevaluasi proses penegakan hukum sekaligus memberikan dukungan politik terhadap upaya pengungkapan kasus.

Selain itu, ia meminta kepolisian lebih terbuka menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada masyarakat agar keluarga korban tetap memperoleh kepastian hukum.

Patrix mengaku belum melihat adanya langkah yang benar-benar menunjukkan keseriusan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal penyelesaian kasus tersebut.

“Beberapa peristiwa terakhir membuat saya kuatir bahwa generasi emas Tongkonan saat ini sudah hidup dlm budaya dan siklus kekerasan. Ini perlu menjadi perhatian semua pihak,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (4/8/2026).

Janji Pelajari Kembali Perkara

Menanggapi desakan tersebut, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, mengatakan dirinya baru menjabat setelah peristiwa itu terjadi sehingga perlu mempelajari kembali seluruh berkas penyidikan.

“Jadi perlu dipahami, pertama saya belum bertugas di Toraja saat itu,” katanya.

Ia memastikan kasus tersebut akan menjadi perhatian dan segera dipelajari bersama penyidik yang kini menangani perkara tersebut.

“Jadi ini kan penyidik-penyidik banyak yang berganti, saya akan pelajari kasusnya secepatnya, saat ini lagi on proses, harap keluarga bersabar,” jelasnya.

Ruxon juga menegaskan tidak akan mentoleransi apabila ditemukan adanya pihak yang sengaja menghambat proses penanganan perkara.

“Jadi pokoknya berkas saya pelajari, dan intinya jika ada oknum yang mau main-main, saya jamin saya tindak, intinya on proses untuk hal ini,” tegasnya.

Kronologi Hilangnya Stoner

Berdasarkan informasi yang sebelumnya disampaikan keluarga, Stoner yang saat itu berusia 16 tahun diduga melompat ke Sungai Sa’dan di kawasan Jalan Tagari, Lampan, Kecamatan Tallunglipu, tepat di dekat Rumah Jabatan Bupati Toraja Utara saat itu.

Keluarga menyebut korban melakukan aksi tersebut setelah diduga dikejar dan dikeroyok oleh sekelompok pemuda. Rekan-rekannya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Stoner memilih melompat ke sungai yang ketika itu sedang meluap akibat tingginya curah hujan.

Mereka juga menyatakan beberapa orang diduga masih melemparkan batu hingga sekop ke arah korban setelah berada di sungai.

Peristiwa tersebut disebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga dan disaksikan sejumlah orang di sekitar lokasi kejadian.

Usai insiden itu, Tim SAR bersama warga melakukan pencarian selama beberapa hari. Namun, Stoner tidak pernah ditemukan.

Keluarga Pertanyakan Penanganan Perkara

Pihak keluarga mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Toraja Utara. Mereka juga telah beberapa kali memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan.

Menurut keluarga, sejumlah pemuda yang diduga mengetahui maupun terkait dengan peristiwa tersebut juga telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Meski demikian, keluarga mengaku belum melihat perkembangan berarti dalam proses hukum yang berjalan.

Salah seorang anggota keluarga korban, Herman Pamangin, mengatakan mereka masih mempertanyakan tindak lanjut laporan yang pernah dibuat.

“Ia betul, intinya awal laporan saat korban hilang dan orang tua korban bersama teman-teman korban dipanggil datang ke kantor polisi tiga atau empat kali. Terakhir itu pada saat orang tua korban dimintai surat laporan dan tidak dikembalikan lagi. Saya juga heran kenapa bisa begitu, padahal ini jelas semua terduga pelaku kok tidak ditahan, lalu surat laporan kami kok tidak diberikan kembali,” ujarnya.

Herman mengungkapkan keluarga berencana kembali mendatangi Polres Toraja Utara dalam waktu dekat untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penyelidikan.

“Dalam waktu dekat kami mau ke Polres lagi, ini kami sadar kami masyarakat kecil yang tidak punya uang dan jabatan orang kuat, kami berharap agar kasus ini terang,” tuturnya.

Ia berharap proses hukum berjalan secara profesional dan meminta tidak ada intimidasi terhadap pihak keluarga.

“Jadi ini para terduga pelaku-pelaku, entah mereka bawa ke mana keluarga kami itu, sesaat mereka melakukan pengejaran pelemparan, kami yakin ada hal yang disembunyikan dalam kasus ini, tolong juga pihak aparat agar menjalankan tugas pokok dan fungsi secara benar,” tutupnya.

Hingga kini, misteri hilangnya Stoner masih menjadi tanda tanya besar. Dengan adanya komitmen dari kepolisian untuk mempelajari kembali perkara tersebut, keluarga berharap proses penanganan dapat berjalan lebih terbuka dan memberikan kepastian hukum setelah penantian selama 3,5 tahun. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bahlil Buka Suara soal Ekspor Nikel RI Tersendat Akibat LTJ
• 17 jam lalu
0
thumb
Muzani Ziarah ke Makam Bung Karno Jelang HUT RI, Beri Pesan Jaga Persatuan
• 3 jam lalu
0
thumb
Perusahaan India Buka Peluang Perluas Investasi di Bandara RI
• 5 jam lalu
0
thumb
Malut United Berganti Nama Jadi Java United
• 6 jam lalu
0
thumb
Eks Persib dan Persik Henhen Herdiana Dikaitkan dengan PSM Makassar
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.