CKG Temukan 2,2 Kali Lipat Kasus Hipertensi Dibanding Jumlah Diagnosis 2023

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026 menemukan sekitar 2,2 kali lebih banyak kasus hipertensi dan 1,7 kali lebih banyak kasus diabetes melitus, dibandingkan jumlah penduduk yang sebelumnya pernah didiagnosis dokter dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan, dalam media briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program CKG di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8).

“Jadi kita mendapatkan orang yang hipertensi sekitar dua kali lebih banyak,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan, kondisi serupa juga terjadi pada diabetes melitus. Berdasarkan SKI 2023, sekitar 2 persen penduduk pernah didiagnosis diabetes oleh dokter. Sementara melalui CKG, sebanyak 3,3 persen peserta diketahui mengalami diabetes atau sekitar 1,7 kali lebih banyak dibandingkan diagnosis sebelumnya.

Ia menegaskan, peningkatan jumlah kasus tersebut bukan berarti jumlah penderita hipertensi dan diabetes bertambah, melainkan lebih banyak kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini berhasil ditemukan melalui skrining kesehatan.

“Tentunya setelah CKG berjalan, kasus hipertensi maupun diabetes akan terlihat bertambah. Tetapi bukan karena penyakitnya bertambah, melainkan karena kasus-kasus yang sebelumnya tidak ditemukan sekarang menjadi ditemukan,” jelas Iwan.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan deteksi dini melalui CKG harus diikuti dengan tata laksana agar manfaat program tidak berhenti pada tahap skrining.

“Kalau kasus-kasus tersebut ditemukan, kemudian dilakukan tata laksana dengan baik, maka itu akan bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular di masa depan,” kata dia.

Berdasarkan pemaparan Iwan, program CKG berpotensi mencegah sekitar 28 persen kasus penyakit kardiovaskular terkait hipertensi dalam 10 tahun ke depan. Dalam pemodelan yang ditunjukkan, jumlah kasus diproyeksikan turun dari sekitar 5,88 juta menjadi 4,22 juta pada 2035.

Karena itu, Iwan menekankan CKG harus diikuti dengan tindak lanjut setelah proses skrining.

“Dari CKG kita harap bisa skrining, bisa deteksi, dan bisa ditindaklanjut. Tiga ini harus dilakukan. Kalau tiga ini tidak dilakukan, CKG jadi kurang bermanfaat, hanya sekadar angka,” tutur Iwan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendagri Targetkan Perlinsos Berbasis E-Government, Berlaku di 143 Daerah Mulai Agustus 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT RI ke-81, Ratusan Talenta Muda Gita Bahana Nusantara 2026 Mulai Jalani Karantina
• 12 jam lalu
0
thumb
FULL! KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, DPR & MTI Desak Evaluasi Transportasi Laut | KOMPAS PAGI
• 14 jam lalu
0
thumb
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
• 14 jam lalu
0
thumb
Purbaya Ungkap MBG Sudah Habiskan Rp101,1 Triliun untuk Layani 63,13 Juta Penerima, Ini Rinciannya
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.