JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengantar kepulangan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul dari Indonesia, yang berangkat melalui Pangkalan Udara TNI Halim Perdanakusuma pada Selasa (4/8/2026) sore.
Berdasarkan tayangan langsung Sekretariat Presiden, Prabowo mengenakan baju safari dan peci hitam, sedangkan PM Anutin mengenakan setelan jas lengkap berwarna hitam.
Sebelum lepas landas, Kepala Negara lebih dulu mengarahkan PM Anutin bersalaman dengan para menterinya, yang sudah berdiri berjajar di samping karpet biru yang terhampar hingga tangga pesawat
Baca juga: PM Thailand Temui Prabowo di Istana, Disambut Tarian Jaipong
PM Anutin kemudian menyalami para menteri secara bergantian, yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setelahnya, Prabowo dan PM Anutin berjalan beriringan di atas karpet merah menuju tangga pesawat diiringi dengan tabuhan marching band.
Sebelum menaiki pesawat, PM Anutin menggamit tangan Prabowo dan berbincang sedikit.
Setelahnya, Prabowo mempersilakan PM Anutin segera memasuki pesawat kenegaraan yang telah membawanya mengunjungi Indonesia.
Baca juga: Indonesia-Thailand Bakal Bertukar dan Latihan Bersama Pasukan Khusus
Sebelum itu, Prabowo juga menyempatkan diri berbincang sejenak dengan delegasi Thailand yang mengiringi PM Anutin selama di Indonesia.
Selang beberapa menit, pintu pesawat ditutup dan pesawat yang mengangkut PM Anutin lepas landas meninggalkan Indonesia.
Pertemuan Prabowo dan PM ThailandSehari sebelumnya, Prabowo dan PM Anutin sempat melakukan pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Jakarta.
Ada sejumlah perbincangan yang dibicarakan.
PM Anutin berjanji perusahaan asal Thailand akan meningkatkan jumlah investasi ke Indonesia.
Di sisi lain, ia ingin mengundang investor asal Indonesia untuk berinvestasi lebih banyak di Thailand.
"Dan saya tegaskan bahwa Thailand siap mendukung operasional bisnis para investor asal Indonesia dengan kemudahan, kelancaran dan nilai uang yang mereka investasikan di Thailand," kata Anutin.
Keduanya juga sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada 2030.
Kemudian, Anutin meminta Indonesia mengimpor berbagai produk Thailand, mulai dari beras, susu, dan daging.
Sebagai imbalan, Thailand akan mengekspor pupuk urea ke Indonesia.
"Kami ingin meningkatkan impor pupuk urea dari Indonesia, dari sekitar 60.000 ton per tahun menjadi ratusan ribu ton per tahun," ujar Anutin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)