REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Pimpinan lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno menilai safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih ditujukan untuk memperkuat elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketimbang membangun kembali citra politik pribadi.
Menurut Adi, posisi Jokowi sebagai tokoh nasional telah melewati fase pembentukan citra. Karena itu, kunjungan ke daerah yang selama ini dikenal sebagai basis dukungannya dinilai lebih diarahkan untuk mengonversi popularitas tersebut menjadi dukungan bagi PSI.
Baca Juga
Mengapa Jokowi Dapat Gelar Raja di NTT dan Baginda di Lampung? Ini Penjelasan PSI
Kepada Kader PSI, Jokowi: Silakan Datang ke Solo Kalau Ada Masalah
Jokowi Kini Bergelar Raja Timor, Targetkan PSI Menang Pemilu 2029
“Saya kira tujuan kunjungan safari kayak gini ke NTT tujuannya adalah untuk mengonversi orang yang selama ini dianggap mendukung Jokowi, suka dengan Jokowi, itu akan mendukung PSI. Jadi bagi saya safari-safari yang dilakukan oleh Jokowi tujuannya adalah untuk membesarkan PSI,” kata Adi saat dihubungi Republika, Senin (3/8/2026).
Ia menganggap, bila kunjungan itu hanya bertujuan memperkuat posisi Jokowi sebagai tokoh nasional, maka momentum tersebut sudah tidak relevan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kalau hanya untuk memperkuat posisi Jokowi dalam kancah politik nasional sudah lewat, masanya sudah lewat karena Jokowi sudah melampaui itu semua. Gubernur sudah, presiden sudah. Jadi bagi saya melihat ini murni sebagai upaya untuk mengatrol suara PSI melalui Jokowi,” katanya.
Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menyambut Jokowi belum tentu berbanding lurus dengan dukungan elektoral kepada PSI.
“Tidak ada jaminan orang yang banyak menyambut, orang berkerumun kemudian otomatis akan memilih PSI. Yang menjadi ukuran itu adalah bagaimana mengonversi orang yang menyambut antusias itu bisa menjadi sebuah dukungan,” katanya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)