Bahlil Sebut Baterai EV Nikel Lebih Unggul dari LFP, Cocok untuk Jarak Jauh

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt Oxide (NMC) memiliki kualitas lebih unggul ketimbang baterai Lithium Iron Phosphate (LFP).

Bahlil menjelaskan, baterai LFP umumnya lebih cocok untuk jarak tempuh pendek, sementara baterai berbasis nikel dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Apalagi, Indonesia memiliki cadangan nikel melimpah dan tengah gencar memacu industri hilirisasi.

“Kalau yang jarak-jarak pendek itu LFP biasanya. Tapi kalau yang jarak panjang, nikel masih lebih paten. Jadi kalian jangan terprovokasi,” ujar Bahlil saat berbincang dengan media, dikutip Selasa (4/8).

Ia menilai harga baterai LFP yang lebih murah tidak lantas menjadi jaminan efisiensi jangka panjang, sebab baterai nikel menawarkan ketahanan serta daya jangkau yang jauh lebih baik.

“Jangan ada yang mengatakan bahwa 'oh ini LFP lebih murah'. Lebih murah ya namanya barang pendek, ya murahlah. Kalau barang bagus mana ada yang murah? Dan saya ingin ekosistem baterai mobil kita itu ada semua di Indonesia,” tegasnya.

Ke depan, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah berpotensi merancang regulasi serta memberikan skema insentif khusus guna mengarahkan para produsen otomotif terutama dari China agar lebih terdorong memakai baterai berbasis nikel.

“Ke depan akan ke sana. (Insentif) salah satu strateginya. Tenang, kita kan ada formulasinya nanti,” ungkap Bahlil.

Pabrik Baterai EV Karawang Siap Diresmikan Presiden Prabowo

Sementara itu, proyek baterai EV terintegrasi hasil kongsi Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC), yang dikenal sebagai Proyek Dragon, akan segera diresmikan.

Dalam kerja sama tersebut, CATL dan IBC membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Fasilitas manufaktur baterai EV yang dibangun di Karawang, Jawa Barat, tersebut telah rampung sesuai target operasional pertengahan 2026.

Bahlil menyampaikan bahwa pangkalan pabrik tersebut siap diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan beroperasinya fasilitas ini, Indonesia resmi mengoperasikan dua ekosistem pabrik baterai EV skala raksasa, melengkapi fasilitas yang dibangun konsorsium Hyundai dan LG.

“Sudah siap diresmikan, kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi. Kalau teman-teman mau lihat, silakan. Jadi sudah ada dua pabrik baterai yang kita bangun,” tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Heboh Anaknya Dituding Nonton K-Pop Pakai APBN, Dimyati: Dia Kerja di Korsel
• 23 jam lalu
0
thumb
Jenazah Diding Boneng Dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Satu Liang Lahat dengan Istri
• 22 jam lalu
0
thumb
Usai Pidato Prabowo Viral, Iran Tegaskan Tak Mengejar Kepemilikan Senjata Nuklir
• 21 jam lalu
0
thumb
Petugas dan Warga Bahu-Membahu Padamkan Karhutla di Ogan Ilir
• 7 jam lalu
0
thumb
Mantan Istri Polisi Diduga Bunuh Diri di Kamar Mandi Pakai Senjata Eks Suami
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.