Korban Tewas Akibat Penyeberangan Ilegal ke Spanyol Meningkat Menjadi 72 Orang

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Krisis penyeberangan ilegal di Ceuta, wilayah kantong (enklave) Spanyol yang terletak di Afrika Utara, terus memburuk. Hingga 2 Agustus, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 72 orang. Sementara itu, ribuan migran terus meninggalkan Ceuta dan kembali ke Maroko.

“Berdasarkan data terbaru yang kami miliki saat ini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 72 orang. Itulah angka terbaru yang kami ketahui,” ujar Perwakilan Pemerintah Spanyol di Ceuta, Miguel Terriano. 

Miguel Terriano menambahkan bahwa pemerintah telah mengerahkan lebih banyak personel keamanan untuk menangani krisis tersebut.

“Jumlah personel kepolisian yang ditempatkan di kota ini telah ditingkatkan dari 696 menjadi 1.042 orang, atau naik sekitar 33,3 persen. Selain itu, pada hari Kamis yang sama, angkatan bersenjata juga telah dikerahkan dengan sekitar 2.000 personel. Dengan demikian, selama beberapa hari terakhir kami telah menempatkan hampir 3.000 petugas keamanan di Ceuta untuk memulihkan ketertiban, dan mereka akan tetap bertugas selama masih diperlukan,” katanya. 

Sebelumnya, sekitar 50.000 hingga 60.000 migran ilegal dilaporkan berhasil menerobos perbatasan, memicu krisis besar yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

Meskipun pemerintah Spanyol telah menerapkan langkah-langkah pengendalian baru, sebagian migran masih terus mencapai Ceuta melalui jalur laut.

Di saat yang sama, banyak migran juga mulai meninggalkan Ceuta untuk kembali ke Maroko. Pasukan keamanan mengawal mereka menuju pos perbatasan El Tarajal.

Pemerintah Spanyol menyatakan bahwa lebih dari 48.000 orang telah kembali ke Maroko dalam waktu 48 jam.

Salah seorang migran, Jalal Khadir, mengatakan : “Di sini tidak ada makanan, tidak ada siapa-siapa. Polisi juga tidak datang. Orang-orang hanya duduk di sini, dan kami semua ingin pergi.”

Gelombang penyeberangan lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya ini telah mendorong 22 negara anggota Uni Eropa untuk mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan penguatan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa.

Laporan disusun oleh Yan Feng dan Zhao Jialin, NTDTV.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mundur dari Sekolah Gratis di Banten, Swasta Tetap Harus Bebaskan Biaya hingga Siswa Lulus
• 9 jam lalu
0
thumb
Tim 9 Didesak Temukan Pemilik Rp 476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 18 jam lalu
0
thumb
KSAD Maruli Pimpin Sertijab Danpuspomad dan Dansecapaad
• 12 jam lalu
0
thumb
SK-II Gandeng CRYBABY POP MART, Rilis Essence Edisi Terbatas
• 20 jam lalu
0
thumb
Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Distribusi Buku Diiringi Penguatan Budaya Baca
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.