Magis Jaecoo J5 EV ternyata belum pudar, meski dikepung battery electric vehicle (BEV) baru yang terus bermunculan di Indonesia. Penjualan mobil listrik pertama pabrikan ini bahkan tetap tumbuh hingga puluhan ribu unit.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama mengatakan, Jaecoo J5 EV masih memenuhi ekspektasi konsumen dalam negeri yang tengah mencari mobil listrik pada segmen, harga, dan kelengkapan yang ditawarkan.
"Kalau per Juni kemarin kan sudah 20 ribu unit, per Juli ini mungkin sudah hampir 25 ribu unit dari hasil recap kemarin. Saya perlu cek lagi, itu (penjualan) wholesales dan retail," buka Ilham ditemui di ICE BSD, Tangerang, Minggu (2/8).
Menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler atau wholesales Jaecoo J5 EV dari Januari hingga Juni 2026 mencapai 16.990 unit. Kerap jadi langganan model BEV terlaris per bulan.
"Untuk distribusi (wholesales) per Juni sudah 20 ribu unit, mungkin per bulan itu kita (pengiriman bisa) 3 ribu unit. Jadi ya harusnya (sampai Juli) sudah 23 ribu unit," tambah Ilham.
Modifikasi Jaecoo J5 EV kolaborasi dengan 347 Homebreaks x NMAAJaecoo Indonesia menghadirkan kolaborasi personalisasi kendaraan bersama 347 Homebreaks dan NMAA untuk Jaecoo J5 EV. Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan modifikasi yang tidak sekadar mempercantik tampilan, tetapi perkuat karakter J5 EV.
Menyatukan peran tiga pihak. Founder 347 Homebreaks, Dendy Darman membangun emotional value dengan menghubungkan Jaecoo J5 EV pada gaya hidup, desain, dan identitas personal. Pendekatan modifikasi yang relevan, fungsional, dan sesuai dengan gaya hidup pemilik kendaraan.
Sementara itu, Jaecoo menunjukkan product value J5 EV sebagai The Real SUV EV yang memiliki karakter desain kuat, namun tetap memberi ruang untuk personalisasi sesuai karakter dan gaya hidup pemiliknya.
“Kita terinspirasi awalnya dari surfing, pada saat mobil ini ada, siluetnya pas banget dengan model dan gaya kita. Dan juga mobil ini sesuai dengan kegiatan kita, modelnya outdoor, tetapi masih sesuai dipakai di perkotaan dan di tempat terpencil," ujar Dendy.
Modelnya itu ditampilkan di pameran GIIAS 2026, ubahan kosmetika meliputi aksesori lampu, velg, hingga roof rack untuk mengangkut papan seluncur dan sepeda di belakang. Serta decal sebagai pemanis yang membuat J5 EV itu tampil berbeda.
“Modifikasi yang proper itu yang aman untuk digunakan sehari-hari dan juga bisa mempersonalisasikan apa yang kita gunakan sesuai dengan styling kita sendiri dan mobilnya didandani sesuai dengan personalisasi pemiliknya," ujar Founder NMAA dan Direktur Modifikasi IMI Pusat, Andre Mulyadi.






Komentar (0)