Pakistan Undang Negosiator Iran ke Islamabad untuk Kelanjutan Dialog dengan AS

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Islamabad: Pakistan mengundang para negosiator utama Iran untuk berkunjung ke Islamabad dalam waktu dekat guna membahas upaya diplomatik melanjutkan kembali perundingan langsung antara Teheran dan Amerika Serikat yang hingga kini masih tertunda.

Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataan pada Senin malam menyebut Menteri Luar Negeri Ishaq Dar telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Pembicaraan tersebut membahas berbagai perkembangan regional dan internasional, termasuk situasi yang memburuk di Yerusalem Timur.

Secara terpisah, Ketua Majelis Nasional Pakistan Ayaz Sadiq juga mengundang Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Teheran, Bagher Ghalibaf, untuk berkunjung ke Pakistan.

Seorang sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa, 4 Agustus 2026, bahwa hingga kini belum dipastikan kapan para pejabat Iran tersebut akan melakukan kunjungan ke Islamabad. Perundingan Belum Dijadwalkan Kontak diplomatik terbaru itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.

Trump mengatakan keputusan tersebut diambil setelah sejumlah sekutu meminta Washington menunda aksi militer karena peluang tercapainya kesepakatan dinilai semakin besar.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Senin menegaskan bahwa Teheran saat ini tidak sedang terlibat dalam perundingan dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya pada hari yang sama, sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa hingga kini belum ada tanggal maupun lokasi yang disepakati untuk melanjutkan kembali perundingan langsung antara kedua negara.

Menurut sumber tersebut, Pakistan dan Qatar terus berkomunikasi dengan Washington dan Teheran guna menyepakati waktu serta lokasi dimulainya kembali perundingan.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2026 yang memuat komitmen untuk melanjutkan negosiasi menuju penyelesaian permanen atas sejumlah isu, termasuk program nuklir Iran, dalam waktu 60 hari.

Namun, pecahnya kembali konflik militer pada bulan lalu membuat masa depan kesepakatan tersebut menjadi tidak pasti.

Baca juga:  Qatar Serukan Koordinasi Negara Teluk untuk Jalankan MoU AS-Iran


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
HUAWEI Bikin Laptop MateBook Pro S, Lebih Ringan dari MacBook Air M5
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK Hentikan Penyidikan 6 Kasus Korupsi, Berikut Rinciannya
• 10 jam lalu
0
thumb
Muzani Sebut Prabowo Serahkan Mekanisme PPHN ke MPR, Pedoman Lintas Pemerintahan
• 23 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Berusaha Tingkatkan Kepatuhan Pembayaran PKB dan SWDKLLJ
• 21 jam lalu
0
thumb
Prabowo Terima Tanda Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Thailand
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.