Kemenko Pangan Perkuat Kerja Sama Kelautan untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pangan memperkuat pengelolaan sumber daya maritim melalui penandatanganan lima dokumen kerja sama dengan mitra nasional dan internasional guna mendukung ketahanan pangan berbasis kelautan dan pengembangan ekonomi biru.

Lima Kerja Sama Dorong Pengelolaan Maritim Berkelanjutan

Penandatanganan lima dokumen tersebut dilakukan pada Senin (3/8) dengan melibatkan Stanford Center for Ocean Solutions, Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), dan CAiT Engineering Co Ltd.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan Dandy Satria Iswara mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci mewujudkan pengelolaan sumber daya maritim yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kerja sama dengan berbagai mitra diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai program strategis di sektor kelautan dan perikanan,” ungkap Dandy.

LoI pertama mengatur kerja sama antara Kemenko Pangan dan Stanford Center for Ocean Solutions mengenai integrasi blue foods atau pangan akuatik ke dalam sistem pangan berkelanjutan.

Stanford Center for Ocean Solutions menyatakan dukungannya terhadap pengembangan solusi berbasis sains dalam pengelolaan sumber daya kelautan serta penguatan ketahanan pangan melalui integrasi pangan akuatik.

LoI kedua ditandatangani bersama CAiT Engineering Co Ltd terkait studi kelayakan awal kemitraan karbon biru pada ekosistem dataran pasang surut Indonesia-Korea.

Menurut Dandy, kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi biru dan pemanfaatan ekosistem pesisir secara berkelanjutan melalui inisiatif karbon biru.

Fokus pada Kesejahteraan Nelayan dan Tata Kelola Perikanan

Selain dua LoI, Kemenko Pangan bersama IOJI menandatangani tiga perjanjian kerja sama mengenai pemantauan pelaksanaan Rencana Aksi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), pengembangan Profil Nelayan Nusantara dan Pilar Kesejahteraan Nelayan, serta optimalisasi distribusi bahan bakar minyak bersubsidi bagi nelayan.

“Ketiga kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan data, penguatan kebijakan, dan peningkatan efektivitas program pemerintah,” ujar Dandy.

Kegiatan penandatanganan turut dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pusat Statistik, Stanford Center for Ocean Solutions, IOJI, Blue Arc Global, serta CAiT Engineering Co Ltd.

Melalui lima kerja sama tersebut, Kemenko Pangan menegaskan komitmennya membangun pengelolaan sumber daya maritim yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi biru, dan mendukung ketahanan pangan nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Semua Bisa Jadi Konten, Cukupkah UU Perlindungan Data Pribadi Lindungi Warga?
• 1 jam lalu
0
thumb
Tak Cuma Segarkan Wajah, Facial Mist Kini Jadi Andalan Lho Beauty!
• 14 jam lalu
0
thumb
BPS Sebut Implementasi B50 Berpotensi Pengaruhi Volume Ekspor CPO Semester II
• 12 jam lalu
0
thumb
Hasil Piala AFF 2026: Kamboja Ancam Vietnam, Pupuskan Harapan Timor Leste Lolos Semifinal
• 19 jam lalu
0
thumb
Kebijakan HGBT hingga Relaksasi Bea Masuk Bahan Baku Plastik Topang PMI Manufaktur Juli 2026
• 36 menit lalu
0
Berhasil disimpan.