Benarkah Ujian Skripsi Jessica Undana Dibatalkan 12 Kali? Kampus Masih Telusuri Fakta

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Beberapa orang lalu-lalang di luar ruang perawatan lantai II Rumah Sakit Wira Sakti Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (4/7/2026), menjelang pukul 11.00 Wita. Ada yang mengenakan seragam perawat dan ada pula keluarga pasien. Kompas bersama seorang wartawan dari media lain datang dan memperkenalkan diri sebagai jurnalis.

Kepada petugas, disampaikan keinginan untuk bertemu dengan keluarga Jessica, pasien yang sedang dirawat di salah satu ruangan. Petugas merespons dengan ramah. “Duduk dulu, kami akan coba tanyakan kepada keluarga,” katanya.

Jessica merupakan mahasiswi semester 10 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana. Pekan lalu, beredar luas video yang memperlihatkan Jessica menangis histeris. Keterangan dalam video menyebutkan, ia mengalami tekanan setelah ujian skripsinya dibatalkan oleh dosen penguji sebanyak 12 kali.

Beberapa hari kemudian, Jessica dikabarkan menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami tekanan psikologis akibat pembatalan ujian tersebut. Cerita yang beredar di media sosial dan belum dapat dikonfirmasi kebenarannya itu mendapat beragam tanggapan publik.

Setelah menunggu kurang dari dua menit, seseorang keluar dari kamar perawatan dan menemui petugas. Keduanya berbincang singkat sebelum orang tersebut kembali masuk ke kamar. Petugas kemudian menyampaikan jawaban kepada Kompas dan wartawan lainnya. “Keluarga menolak untuk diwawancarai media,” ujar petugas singkat.

Pertanyaan utama yang hendak dikonfirmasi ialah apakah benar ujian skripsi Jessica dibatalkan secara sepihak hingga 12 kali. Pertanyaan inilah yang masih menggantung dan menanti jawaban.

Ketika ditanya mengenai kondisi Jessica serta sejak kapan ia dirawat, petugas tidak dapat memberikan keterangan dengan alasan menjaga privasi pasien. “Kami tidak bisa menyampaikan apa-apa,” katanya.

Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma datang menjenguk Jessica. Berdasarkan keterangan Humas Pemerintah Provinsi NTT, kehadiran Johni merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus dukungan moral bagi proses pemulihan Jessica. Seusai menjenguk, Johni menyampaikan bahwa kondisi mahasiswi tersebut terus membaik.

“Tadi saya menjenguk anak kita, Jessica. Kondisinya sudah semakin baik, semakin ceria, dan semakin sehat. Saya yakin dalam waktu dekat sudah 100 persen sehat. Secara fisik maupun psikis, saya melihat sudah ada kemajuan,” ujar Johni.

Menanggapi peristiwa yang menjadi perhatian publik itu, Johni mengajak semua pihak bersikap arif dan bijaksana dalam menilai situasi tersebut. “Tadi saya mendengar cerita versi Jessica, tetapi kita belum tahu bagaimana versi dosennya. Karena itu, kita perlu bijak memandang dan menyikapi kondisi ini,” ungkapnya.

Serial Artikel

Kesepian Mengintai Mahasiswa

Kesepian diam-diam menggerus mahasiswa, dari skripsi hingga tuntutan keluarga. Dukungan sosial penting agar tak berujung gangguan mental.

Baca Artikel

Menurut Johni, peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Ia mengimbau para pendidik, mulai dari guru hingga dosen, menjalankan tugas dengan hati nurani, empati, dan ketulusan.

“Pendidikan bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan budi pekerti. Anak didik harus diperlakukan seperti anak sendiri. Mereka harus belajar dengan rasa aman, nyaman, dan penuh sukacita, bukan dalam tekanan ataupun ketakutan. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan unggul,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Tingkat III Wira Sakti Kupang Letnan Kolonel Ckm dr Aan Riswandi menjelaskan, kondisi Jessica terus menunjukkan perkembangan positif sejak menjalani perawatan.

Menurut Aan, saat pertama kali datang ke rumah sakit, Jessica mengeluhkan pusing berputar atau vertigo yang disertai mual. Setelah mendapatkan penanganan medis, keluhan tersebut berangsur membaik.

“Keluhan vertigo yang dialami pasien sudah jauh berkurang. Kondisi umum pasien juga terus membaik. Apabila perkembangannya tetap stabil, diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien sudah dapat kembali ke rumah untuk melanjutkan pemulihan,” jelasnya.

Aan menambahkan, hingga kini fokus penanganan masih pada pemulihan kondisi fisik pasien. “Selama menjalani perawatan, Jessica ditempatkan di ruang rawat VIP yang kondusif agar proses pemulihan berlangsung lebih nyaman dan optimal,” jelasnya.

Dihubungi secara terpisah, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Kupang Apris Adu mengatakan, pihak kampus menanggapi serius informasi yang beredar di media sosial tersebut. Kampus masih mengumpulkan keterangan dari kedua belah pihak, yakni Jessica dan dosen penguji.

Ia berharap kedua pihak menyampaikan secara jujur fakta yang sebenarnya, termasuk mengenai kabar bahwa ujian skripsi Jessica dibatalkan hingga 12 kali. Publik masih menunggu jawaban atas informasi tersebut.

Serial Artikel

Skripsi, Publikasi,dan Literasi di Perguruan Tinggi

Permendikbudristek No 53/2023 tidak didesain untuk melemahkan minat mahasiswa Indonesia dalam menulis karya ilmiah, di tengah fakta bahwa menulis skripsi dan publikasi artikel menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa.

Baca Artikel


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Makin Percaya Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, AFI Siap Bertemu FIFA
• 15 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir Bocorkan Rencana Besar PSSI, Sebut Piala Presiden Tak Lagi untuk Klub Mulai Tahun Depan
• 15 jam lalu
0
thumb
Selamat! Joanna Alexandra & Immanuel Christover Resmi Menikah
• 19 jam lalu
0
thumb
Ini Dia Konglomerat Pemilik Blok M Plaza, Kokas dan Gancit
• 21 menit lalu
0
thumb
Polisi Perkuat Pengamanan Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.