Kopilot Malaysia Lolos Pemeriksaan di Kuala Lumpur Sebelum Ditangkap di RI

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Otoritas Malaysia mengungkapkan kopilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, karena diduga menyelundupkan narkoba, telah melalui seluruh proses pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), sebelum terbang ke Indonesia.

Direktur Jenderal Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS), Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pilot Mohd Saufi bin Othman (39) telah menjalani prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan sebelum menaiki pesawat pada 28 Juli lalu.

Namun, dia menambahkan bahwa AKPS tidak terlibat dalam proses pemeriksaan bagasi. Tanggung jawab soal itu di KLIA berada di bawah Keamanan Penerbangan (atau AVSEC, yang berada di bawah Malaysia Airports).

Baca juga: Kopilot Malaysia Airlines Dibayar Rp 219 Juta Selundupkan Narkoba ke Indonesia

"Saya dapat memastikan bahwa petugas dari berbagai instansi di bawah AKPS, termasuk Departemen Bea Cukai, tidak terlibat dalam proses pemeriksaan bagasi menggunakan pemindai sinar-X di KLIA," katanya, dilansir media Malaysia, The Star, Selasa (4/8/2026).

"Karena itu, bagasinya lolos pemeriksaan. Kami sedang menunggu tanggapan dari polisi agar kami dapat mempelajari bagaimana ia lolos pemeriksaan tanpa terdeteksi," katanya dalam konferensi pers pada hari Senin (3/8).

Komandan Mohd Shuhaily mengatakan sistem pemeriksaan menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan penilaian manusia.

"Pemindai akan secara otomatis menetapkan tingkat risiko sebelum petugas keamanan menentukan apakah pemeriksaan tambahan diperlukan," ujarnya.

"Sistem ini menggunakan AI sampai batas tertentu tetapi tidak seperti yang dilihat orang di televisi," tuturnya.

"Sistem ini masih membutuhkan penilaian operator. AI membantu prosesnya tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan petugas skrining," katanya.

Komandan Mohd Shuhaily mengatakan karena bagasi tersebut tidak memicu klasifikasi risiko yang lebih tinggi, petugas bertindak sesuai dengan prosedur operasi standar yang ada tanpa melakukan skrining sekunder.

Ia mengatakan narkoba mungkin disembunyikan sedemikian rupa sehingga pemindai tidak akan mendeteksinya.

"Tetapi polisi adalah lembaga yang akan menentukan bagaimana hal itu terjadi," katanya.

Komandan Mohd Shuhaily membela kompetensi personel skrining bandara, menekankan bahwa AKPS telah berhasil mencegat banyak kasus yang melibatkan narkoba dan barang-barang terlarang lainnya.

"Untuk saat ini, kami dapat meyakinkan publik bahwa sistem yang ada telah sepenuhnya dimanfaatkan dalam kasus in," tegasnya.




(ita/ita)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal Layanan Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta 4 Agustus 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Fulham resmi rampungkan transfer Gonzalo Garcia dari Real Madrid
• 7 jam lalu
0
thumb
Emosi Dituding Idap Penyakit HIV, Ruben Onsu Beri Sindiran Menohok untuk Penyebar Hoaks: Demi Cari Perhatian!
• 23 jam lalu
0
thumb
Prabowo-PM Thailand Sambut Rute Baru Jakarta-Bangkok dan Denpasar-Phuket
• 12 jam lalu
0
thumb
Rizky Ridho akui lakukan kesalahan fatal saat hadapi Vietnam
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.