Pertumbuhan laba yang jauh melampaui pertumbuhan pendapatan mencerminkan semakin optimalnya monetisasi kawasan CBD PIK2.
IDXChannel - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,68 triliun pada semester I-2026. Angka itu melonjak 225 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp516,99 miliar.
Capaian itu ditopang oleh pendapatan yang berhasil diraup yakni Rp2,2 triliun, tumbuh 84 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun.
Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo mengatakan, pertumbuhan laba yang jauh melampaui pertumbuhan pendapatan tersebut mencerminkan semakin optimalnya monetisasi kawasan CBD PIK2, yang didukung oleh kontribusi penjualan kaveling tanah komersial dengan profil margin tinggi.
"Kinerja ini menegaskan kemampuan perseroan dalam memaksimalkan nilai dari pengembangan kawasan yang telah dibangun," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Steven menerangkan, pencapaian ini menegaskan kemampuan CBDK dalam mengonversi pengembangan kawasan menjadi pertumbuhan laba yang semakin kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang CBDK.
Dari sisi komposisi pendapatan, kenaikan didukung terutama oleh penyerahan kaveling tanah komersial di area CBD PIK2, yang menyumbang paling signifikan dari total pendapatan dan diikuti segmen produk komersial yaitu Bizpark PIK2 dan Rukan Milenial serta segmen residensial seperti Rumah Milenial untuk pasar generasi muda dan Permata Hijau Residence yang menawarkan hunian premium di lokasi strategis.
Dari sisi fundamental, kata Steven, CBDK tetap didukung basis aset yang kuat dengan total aset mencapai Rp22,2 triliun per 30 Juni 2026. CBDK memperkuat portofolio aset melalui diversifikasi investasi ke properti investasi yakni mega proyek Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) yang telah beroperasi sejak Agustus 2025.
NICE memiliki luas ±123.000 m2 dengan kapasitas yang dapat menampung kurang lebih 104 ribu pengunjung. Menurut Steven, skala dan kapasitas tersebut menempatkan NICE sebagai salah satu fasilitas MICE terbesar yang berperan penting dalam mendukung perkembangan aktivitas bisnis dan penyelenggaraan acara berskala besar di kawasan PIK2.
"Keunggulan yang solid NICE berhasil mendatangkan total 55 event sejak beroperasi pada Agustus 2025 lalu," katanya.
Di sisi lain, nilai aset tetap perseroan meningkat sebesar Rp126 miliar atau setara 28 persen, terutama didorong oleh kontribusi pembangunan Hotel Hilton PIK2 yang terus berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi paruh kedua tahun depan.
Kehadiran NICE dan Hotel Hilton PIK2 diharapkan semakin memperkuat ekosistem kawasan, mendukung pengembangan sumber pendapatan berulang, serta menjadi fondasi penting dalam mewujudkan PIK2 sebagai destinasi bisnis, pariwisata, serta gaya hidup kelas dunia dan modern.
Steven lantas mengapresiasi capaian positif yang berhasil dibukukan perseroan sepanjang semester I-2026. Menurutnya, hasil kinerja CBDK pada semester ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam terus membangun dan memonetisasi kawasan ekosistem terintegrasi PIK2.
“Di saat yang sama, perseroan tetap berkomitmen untuk terus mengedepankan strategi pengembangan yang berkelanjutan di kawasan PIK2 agar tetap dipercaya dan dipilih sebagai lokasi strategis untuk ekspansi dan investasi jangka panjang para konsumen,” ujar dia.
Dia menambahkan, dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan pembangunan Hotel Hilton PIK2 yang berjalan sesuai dengan rencana, perseroan sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang yang semakin kuat.
“Dengan berbagai pengembangan infrastuktur dan produk yang terus berjalan, kami optimistis PIK2 akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi bisnis dan pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir utara Jakarta,” kata Steven.
(Dhera Arizona)






Komentar (0)