FULL! Konflik AS VS Iran Makin Berbahaya, Dosen UNS Bahas Ancam Serangan Balik | KOMPAS PAGI

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah muncul ancaman serangan tak terbatas dari Iran terhadap kawasan Teluk Persia dan sekitarnya.

Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret (UNS), Septianto Galan Prakoso, menilai ancaman tersebut tidak bisa dianggap sekadar gertakan.

Menurutnya, Iran memiliki alasan untuk merespons ancaman yang diterimanya, namun setiap langkah tetap harus mempertimbangkan hukum humaniter internasional agar tidak memperluas eskalasi konflik.

Baca Juga: FULL! KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, DPR & MTI Desak Evaluasi Transportasi Laut | KOMPAS PAGI

Septianto juga menyoroti keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda serangan besar ke Iran setelah berkomunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Ia menilai negara-negara Timur Tengah perlu mengambil sikap yang lebih tegas untuk mendorong penyelesaian damai, sementara konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, pasokan energi global, dan hubungan geopolitik internasional.

Menurutnya, tanpa mediator yang kuat dan komitmen dari seluruh pihak, risiko meluasnya perang masih tetap terbuka.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Penulis : Prayogi-Haro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • as vs iran
  • perang timur tengah
  • trump vs mujtaba
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rizky Ridho Bongkar Isi Ruang Ganti Timnas Indonesia Usai Dibantai Vietnam di Piala AFF 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Laga Indonesia vs Vietnam: Polisi Siapkan Rekayasa Lalin di Pakansari
• 20 jam lalu
0
thumb
Nadhira Al Harthy: Cinta yang Dimulai dari Kilimanjaro, Berakhir di Broad Peak
• 22 jam lalu
0
thumb
Klasemen Sementara Grup A Piala AFF Usai Indonesia Dikalahkan Vietnam
• 16 jam lalu
0
thumb
KPK Hentikan Penyidikan 6 Kasus Korupsi, Berikut Rinciannya
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.