Ruang Digital Tak Lagi Sekadar Media, Kini Jadi Medan Pertahanan

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ancaman terhadap keamanan negara kini tidak lagi hanya datang dari laut, darat, atau udara. Di era media sosial, penyebaran informasi yang masif membuat ruang digital ikut menjadi arena yang menentukan, mulai dari membentuk opini publik hingga memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran hoaks, disinformasi, manipulasi visual, hingga propaganda semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform digital. Informasi yang belum tentu benar dapat menyebar dalam hitungan menit dan menjangkau jutaan orang sebelum sempat diklarifikasi.

Kondisi tersebut, menurut Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Kolonel (KH) Ign. M. Pundjung T., menjadi tantangan baru bagi institusi pertahanan. Ia menilai ruang digital kini memiliki posisi yang sama pentingnya dengan wilayah operasi militer konvensional.

"Informasi saat ini bergerak dalam hitungan detik. Opini publik terbentuk sangat cepat melalui media sosial. Dalam situasi seperti ini, ruang digital telah menjadi medan strategis yang tidak kalah penting dibandingkan wilayah darat, laut, maupun udara," ujar Kolonel Pundjung.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara sebuah institusi menjalankan tugasnya. Jika sebelumnya keberhasilan operasi lebih banyak diukur dari pencapaian di lapangan, kini kemampuan menyampaikan informasi secara cepat dan akurat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks. 

Ancaman yang dihadapi bukan hanya pelanggaran wilayah, pencurian ikan (illegal fishing), penyelundupan narkotika, perdagangan orang, maupun pencurian sumber daya alam, tetapi juga serangan informasi yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat.

Kolonel Pundjung mengatakan penyebaran hoaks dan disinformasi tidak bisa dipandang sebagai persoalan komunikasi semata.

Dalam situasi tertentu, informasi yang menyesatkan dapat mengganggu jalannya operasi, memicu keresahan, bahkan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

"Karena itu, Dinas Penerangan memiliki tanggung jawab strategis menjaga kredibilitas institusi melalui penyampaian informasi yang cepat, akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kecepatan informasi saat ini merupakan bagian dari profesionalisme," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mitchell Baker Bicara Kans Timnas Indonesia Melaju ke Semifinal Piala AFF 2026 Setelah Takluk dari Vietnam
• 14 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Melawan! Kejagung: Hak Tersangka Ajukan Praperadilan, Silahkan!
• 4 jam lalu
0
thumb
Tok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama Barunya
• 19 jam lalu
0
thumb
Lembaga Pemikir AS Bahas Greenland: Jika Terlalu Lama Menunggu, Beijing Akan Menjadi Investor Utama”
• 15 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Merasa Gagal sebagai Ayah, Akui Tak Percaya Diri di Depan Anak-anak
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.