Makassar, ERANASIONAL.COM – Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Makassar kembali menjadi sorotan pemerintah pusat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, secara terbuka memberikan peringatan kepada Pemerintah Kota Makassar agar segera menuntaskan persoalan persampahan yang dinilai belum tertangani secara optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri pertemuan bersama para bupati dan kepala desa se-Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).
Dalam forum tersebut, ia secara khusus menyampaikan perhatian kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terkait kondisi kebersihan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Zulkifli Hasan, persoalan sampah di Makassar tidak boleh terus berlarut karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, hingga citra kota sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
“Saya memberikan perhatian khusus kepada Bapak Wali Kota Makassar mengenai persoalan persampahan yang hingga saat ini belum tertangani dengan baik,” kata Zulkifli Hasan di hadapan para kepala daerah.
Ia kemudian memberikan tenggat waktu selama dua pekan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk menunjukkan langkah konkret dalam memperbaiki sistem penanganan sampah. Menurutnya, pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan yang terukur agar persoalan tersebut tidak semakin meluas.
“Saya berikan waktu tambahan dua Minggu ke depan. Kalau dalam waktu tersebut persoalan ini belum juga dapat diselesaikan, maka Bapak Gubernur yang akan mengambil alih penanganannya,” tegasnya.
Ultimatum tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat menginginkan percepatan penyelesaian persoalan pengelolaan sampah, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi berbagai kendala dalam sistem pengangkutan, pengelolaan, maupun pembuangan akhir sampah.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa persoalan persampahan kini menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh pemerintah daerah diminta meningkatkan kinerja pelayanan publik, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Atas perintah Bapak Presiden, masalah ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Permasalahan sampah di Makassar memang beberapa kali menjadi keluhan masyarakat. Penumpukan sampah di sejumlah titik, keterlambatan pengangkutan, hingga kapasitas pengelolaan yang terbatas menjadi tantangan yang harus segera diatasi oleh pemerintah kota.
Pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kota, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, serta kenyamanan aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Karena itu, pemerintah pusat berharap pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
Pernyataan Menko Pangan itu sekaligus menjadi bentuk pengawasan pemerintah pusat terhadap kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Dengan tenggat waktu dua pekan yang diberikan, Pemerintah Kota Makassar diharapkan segera melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari optimalisasi armada pengangkut sampah, peningkatan koordinasi antarinstansi, hingga penataan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Apabila target tersebut tidak tercapai, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan disebut akan mengambil peran lebih besar dalam penanganan persoalan persampahan agar kondisi di Kota Makassar dapat segera kembali normal sesuai arahan pemerintah pusat. []






Komentar (0)