Perum Bulog menegaskan tidak ada penyaluran beras medium atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan, mengatakan seluruh beras yang disalurkan untuk program MBG adalah beras premium, begitu pula dengan minyak goreng.
"Tidak ada (beras SPHP), kita kasihkan beras untuk MBG adalah beras premium. Jadi tidak ada beras subsidi yang diberikan ke MBG, termasuk MinyaKita," tegasnya saat ditemui di kantor pusat Bulog, dikutip Selasa (4/8).
Ahmad merespons isu tersebut seiring dengan kabar beredar bahwa ada SPPG yang menggunakan bahan baku bersubsidi, seperti minyak goreng, beras, hingga gas LPG 3 kilogram. Pemerintah sebelumnya menegaskan akan memberikan sanksi kepada SPPG yang melanggar.
Bahkan, Bulog pernah mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) khusus untuk program MBG. Pemberian vitamin tambahan ini sekaligus membantu nutrisi penerima MBG, yaitu anak-anak dan ibu hamil.
“Bulog salah satu programnya ke depan akan membuat ini. Bukan (SPHP), ini premium khusus. Kalau MBG tidak boleh beras subsidi. Jadi kami merencanakan konsepnya ini untuk mendukung program MBG,” kata Rizal kepada wartawan usai acara perpisahan Sudaryono di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (29/7).
Setelah diusulkan ke Mentan Amran dan Kepala BGN Sudaryono, usulan ini akan kembali dibahas di Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Sejauh ini, lanjut Rizal, tanggapan Mentan dan Kepala BGN cukup positif dan mendukung tujuan Bulog untuk mendukung salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mewanti-wanti agar pemilik dapur MBG atau SPPG untuk tidak memasak menggunakan MinyaKita dan gas LPG 3 kg.
"Kalau ada, misalkan awak media menemukan di sosial media, silakan dilaporkan. Dapur mana menggunakan, nanti kita akan beri surat," kata dia.
Sudaryono juga mengungkapkan terdapat 833 dapur MBG yang dihentikan permanen dalam periode ini. SPPG itu berada di berbagai daerah.





Komentar (0)