JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan, terdapat sejumlah tokoh anime yang dijadikan nama di Indonesia.
Dalam pemaparannya, terdapat 190 penduduk yang menggunakan nama Uzumaki. Lalu, ada 181 penduduk yang menggunakan nama Nobita.
"Dirjen Dukcapil itu ngomongnya atas dasar data kependudukan, tapi ternyata banyak. Ada yang namanya Nobita, ada yang Uzumaki," ujar Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, dikutip dari siaran Youtube Dirjen Dukcapil, Senin (4/8/2026).
Baca juga: Dirjen Dukcapil Ungkap 201 Juta Jiwa Penduduk Indonesia Ada pada Usia Produktif
Selain Uzumaki dan Nobita, ada tokoh Sasuke yang dijadikan nama untuk 158 penduduk. Kemudian disusul Naruto (157 penduduk); Uchiha (152 penduduk); dan Luffy (79 penduduk).
Kemudian ada juga tokoh Shinchan yang dijadikan nama 65 penduduk, lalu Boruto (60 penduduk); Usopp (37 penduduk); Inuyasha (23 penduduk); Doraemon (16 penduduk); dan Suneo (8 penduduk).
Selain tokoh anime, terdapat banyak nama artis luar negeri yang tercatat sebagai nama penduduk Indonesia di Dukcapil.
"Ada misalnya Olivia, Olivia Rodrigo, ada cukup banyak, 142 ribu. Ada Justin Bieber (18.551 penduduk). Ada Ariana Grande (15.281 penduduk) misalnya, Ariana. Ada Selena Gomez (5.533 penduduk). Ada Taylor Swift (153 penduduk) misalnya. Cukup banyak yang menggunakan itu (nama artis luar negeri)," ungkap Teguh.
Baca juga: Rata-rata Pertumbuhan Penduduk Indonesia 1,7 Juta per Semester Sejak 2024
Di sisi lain, terdapat juga nama-nama negara yang dijadikan sebagai nama penduduk di Indonesia dan tercatat di Dukcapil.
Ada nama Oman dengan 28.818 penduduk, disusul Yunani (12.288 penduduk); Yaman (10.103 penduduk); Suriah (7.127 penduduk); Saudi (6.689 penduduk); serta Iran (3.562 penduduk).
Terdapat pula nama Rusia (2.082 penduduk); Timor (1.622 penduduk); Ghana (1.511 penduduk); dan Bahrain (1.325 penduduk).
"Paling banyak Oman, saya enggak tahu kenapa Oman. Yunani, kemudian Yaman, Suriah, apakah orangtuanya pernah ke Yaman, ke Suriah, ke Oman," ujar Teguh.
Baca juga: Mendagri Tito: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Bansos Tepat Sasaran
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa terdapat 3.639.244 akta kelahiran yang terbit pada Semester I 2026.
Ia menjelaskan, pencatatan kelahiran menjadi penting dalam memastikan hak sipil atas identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan anak.
"Dengan akta lahir dia akan dapat KIA (kartu identitas anak), di datanya ada NIK (nomor induk kependudukan), dengan adanya NIK dia mendapatkan bantuan publik yang lebih baik lagi. Jadi ini penting sekali," ujar Teguh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)