JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar komunikasi politik, Jamiluddin M Ritonga, berharap Presiden Prabowo Subianto menyerap aspirasi kepala daerah lewat komunkasi dua arah dalam rapat khusus nanti.
"Dalam rapat khusus itu, Presiden Prabowo seyogyanya banyak mendengarkan, bukan hanya komunikasi satu arah, apalagi hanya menceramahi kepala daerah yang diikuti perintah," kata Jamiluddin dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Lanjutkan Efisiensi Anggaran pada 2027
Dengan mendengarkan suara kepala daerah, Presiden Prabowo diharapkan dapat memetakan persoalan dengan akurat.
"Dari pemetaan inilah seharusnya Prabowo mengambil kebijakan sebagai solusi mengatasi persoalan di daerah," ujarnya.
Ia memandang rapat khusus dengan kepala daerah diperlukan mengingat banyaknya persoalan di daerah, terutama yang berkaitan dengan otonomi daerah.
Baca juga: Prabowo Disebut Prihatin Banyak Kepala Daerah Korupsi
Sebab menurutnya urusan kepala daerah berada di luar enam bidang yang tidak diserahkan ke daerah.
"Enam bidang itu meliputi politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi/hukum, moneter dan fiskal, serta agama. Di luar enam bidang itu, daerah menganggap bisa menjadi kewenangannya," ucapnya.
Kendati demikian, ia menilai daerah masih merasakan pusat mengambil sepihak yang menjadi kewenangannya. Misalnya soal kewenangan memberi izin tambang.
Baca juga: Prabowo Akan Kumpulkan Kepala Daerah, Masalah Korupsi Perlu Jadi Bahasan
Kemudian, program Pemerintah Pusat juga dinilai menguatkan pendekatan sentralistis. Lalu Program MBG dan Koperasi Merah Putih yang dinilai kurang sejalan dengan kebijakan desentralisasi.
Selain itu, sebagian besar kabupaten/kota juga masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat untuk menjalankan roda pemerintahan.
Akibatnya, saat pemerintah pusat melakulan efisiensi, daerah sangat merasakan dampaknya.
"Persoalan korupsi di daerah juga perlu dibicarakan dalam rapat khusus dengan presiden. Sebab, persoalan korupsi belakangan ini sangat marak terjadi di daerah," kata dia.
Ia menilai jika persoalan korupsi tidak segera diatasi, akan mengganggu pembangunan di daerah.
Anggaran daerah yang terbatas itu akan semakin berkurang karena dikorupsi pejabat daerah.
"Jadi, rapat khusus itu benar-benar untuk mengatasi persoalan di daerah. Namanya rapat idealnya harus berlangsung dalam komunikasi dua arah," ujar dosen Universitas Esa Unggul ini.
Sebelumnya Presiden berencana akan mengumpulkan kepala daerah di Jakarta dalam rapat khusus. Namun belum diketahui pasti kapan rapat khusus tersebut akan digelar.
"Nanti ada rapat khusus ya gubernur, semua bupati saya akan kumpulkan di Jakarta. Saya tidak tahu persisnya kapan," kata Prabowo di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Legislator Minta Prabowo Turut Bahas Korupsi saat Kumpulkan Kepala Daerah
Prabowo mengatakan dirinya akan berbicara mengenai hal yang sangat penting yakni gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
"Khusus bicara tentang Indonesia ASRI ya. ASRI, Aman, Sehat, Resik, dan Indah ya. Karena ini sangat penting terus terang saja. Kita mau transformasi bangsa, berarti kita perlu banyak industri hilirisasi, banyak pabrik, banyak terobosan processing," ucap Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)