Letjen Lucky Avianto Ultimatum OPM Untuk Segera Hentikan Kejahatan Kemanusiaan

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, TIMIKA - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengultimatum kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) agar menghentikan aksi teror dan kejahatan kemanusiaan di tanah Papua.

"Segera menyerahkan diri dan senjata ke pos keamanan TNI terdekat, kembali ke pangkuan ibu pertiwi, sebelum TNI mengambil tindakan tegas," kata Lucky dalam keterangan yang diterima di Timika, Senin.

BACA JUGA: Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI, Pangkat Terendah jadi Rp2,5 Juta

Ultimatum itu disampaikan Pangkogabwilhan III menyikapi kasus pembunuhan empat orang pekerja jalan PT Sutan Harauli Jaya (SHJ) oleh kelompok separatis bersenjata di Distrik Wonimo, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan pada Minggu (2/8) malam.

Keempat korban telah teridentifikasi bernama Barengga, Alfons, Arman Sibarani dan Erlin Aritonang.

BACA JUGA: Bantai Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Anggota OPM Kopitua Heluka Diburu Koops Habema

Dari keterangan pihak Kogabwilhan III, pelaku pembunuhan terhadap empat pekerja itu yakni kelompok OPM pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo, dan pimpinan Teranus Enumbi.

"Sebelum peristiwa pilu ini terjadi, para korban bersama rekan-rekan kerja mereka tengah beristirahat dalam camp milik perusahaan usai mengerjakan pekerjaan jalan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wamena, Unit Pelaksana Teknis dibawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan," sebut Kogabwilhan III.

BACA JUGA: Baku Tembak dengan TNI, Tokoh OPM Tewas

Suasana tenang dalam camp pekerja itu seketika berubah menjadi kacau saat dua kelompok OPM tiba-tiba muncul dari kegelapan malam dan langsung menyerang para pekerja dengan "hujan" peluru tajam.

Akibat tindakan keji OPM tersebut, tiga pekerja meninggal di tempat, sementara satu orang ditemukan tak jauh dari lokasi camp dengan kondisi meninggal dunia.

Lucky mengatakan tindakan biadab dan pengecut yang dilakukan OPM terhadap warga sipil tersebut semata-mata untuk mengganggu dan menghentikan pembangunan jalan nasional sebagai akses antar wilayah di pelosok pegunungan Papua.

Sebanyak 20 personel Satgas TNI dari Koops Habema sudah mengevakuasi jenazah para korban sekaligus mengejar dua orang anggota OPM pimpinan Botak Wanimbo yang bersenjatakan senapan serbu otomatis jenis SS1 di sekitar lokasi.

"Karena ketakutan dan buru-buru melarikan diri ke dalam rimba, salah seorang anggota OPM meninggalkan 1 lade senapan serbu SS1 miliknya," kata Letjen Lucky Avianto.

Personel Satgas TNI berhasil menemukan tujuh orang pekerja dalam keadaan selamat.

"Saat ini seluruh korban pembantaian OPM sudah berada di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya," demikian keterangan Pangkogabwilhan III.

Dalam pengejaran para pelaku penembakan itu, sempat terdengar enam kali letusan senjata api yang ditembak oleh kelompok OPM dalam radius sekitar 1,5 kilometer dari lokasi pembantaian para pekerja PT SHJ. (antara/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... MPSI Luncurkan Posko Lapor untuk Kawal Pembangunan Papua yang Partisipatif


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Erick Thohir Buka Peluang Jadi Ketua PSSI Lagi untuk 2027-2031: Mau Diskusi Dulu dengan Pemerintah dan FIFA
• 17 jam lalu
0
thumb
Dukcapil Ungkap Zodiak dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di RI, Cancer Teratas
• 4 jam lalu
0
thumb
Gulkarmat Gandeng PAM Jaya Lakukan Relokasi Titik Hidran di Jakarta
• 6 jam lalu
0
thumb
Meriah! Birthday Bash x MyJelly di FHA 2026 Day 1 Bikin Anak Riang Gembira
• 1 jam lalu
0
thumb
Rupiah Ditutup Menguat 25 Poin ke Rp17.997 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.