Serangan Rusia menghantam sebuah gudang penerbit di timur laut Ukraina akhir pekan kemarin. Sebanyak 8 juta buku hancur akibat serangan itu.
Dilansir AFP, Senin (3/8/2026), ini bukan pertama kalinya Rusia menyerang pusat penerbitan besar. Penerbit mengecam serangan Rusia itu.
"Ini adalah kerugian terbesar bagi infrastruktur buku Ukraina sejak awal perang skala penuh," kata penerbit, Ranok.
Seorang reporter AFP pada hari Sabtu (1/8) melihat petugas pemadam kebakaran berjuang untuk memadamkan api di gudang di Kharkiv beberapa jam setelah Rusia melancarkan serangan drone dan rudal.
"Lebih dari 8 juta buku telah hancur dalam kebakaran tersebut, termasuk buku teks untuk anak-anak," kata Ranok dalam sebuah pernyataan di media sosial.
"Api masih berkobar. Musuh berusaha membakar pendidikan dan budaya kita," tambahnya.
Direktur penerbit, Viktor Kruglov, menyebutnya sebagai "serangan terhadap pendidikan dan budaya Ukraina."
Bulan lalu, serangan terhadap sebuah gudang di dekat Kyiv membakar 800.000 buku hingga menjadi abu. Hal itu diungkap penerbit yang portofolionya mencakup karya-karya George Orwell dan Barack Obama.
Sepanjang invasinya, Rusia sering menyerang museum, galeri, studio film, gereja, dan situs-situs penting budaya lainnya di Ukraina.
(lir/lir)






Komentar (0)