Partai Demokrat Aceh akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada 19 Agustus 2026. Jelang perhelatan tersebut, semua kader diimbau untuk menjaga persatuan, memperkuat kekompakan, serta menjunjung tinggi aturan organisasi yang telah ditetapkan partai.
Anggota DPRA sekaligus kader Partai Demokrat Nurdiansyah Alasta mengatakan, Musda merupakan forum demokrasi internal yang harus dijalankan dengan semangat kekeluargaan, saling menghormati, dan penuh kedewasaan politik.
Perbedaan pandangan dan pilihan adalah hal yang wajar, namun tidak boleh mengurangi soliditas Partai Demokrat. "Partai Demokrat telah memiliki aturan main Musda yang jelas, terbuka, dan demokratis. Seluruh tahapan telah diatur melalui mekanisme organisasi sehingga setiap kader memiliki kewajiban untuk menghormati proses yang sedang berjalan," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Teuku Riefky Diharapkan Jadi Figur Pemersatu Jelang Musda Demokrat Aceh
Baca Juga:PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak LangsungNurdiansyah menyatakan keyakinannya bahwa Ketua Umum Partai Demokrat akan mengambil keputusan yang terbaik bagi kepentingan organisasi, berdasarkan aturan partai serta berbagai pertimbangan yang objektif."Saya meyakini Ketum AHY akan mengambil keputusan yang terbaik demi masa depan Partai Demokrat Aceh. Sebagai kader, tugas kita adalah menjaga persatuan, menghormati mekanisme organisasi, serta menerima setiap keputusan partai dengan penuh tanggung jawab."
Lihat video: Demokrat Tolak Isu Matahari Kembar: Presiden Prabowo Berdaulat dan MandiriIa juga mengingatkan agar menjelang Musda tidak ada pihak yang menyebarkan fitnah, membangun opini yang menyesatkan, maupun mengatasnamakan atau menjual nama Ketua Umum untuk memengaruhi sikap kader. "Marilah kita menjaga etika politik. Jangan menyebarkan fitnah, jangan memecah belah sesama kader, dan jangan ada pihak yang mengatasnamakan atau menjual nama Ketua Umum untuk kepentingan tertentu. Jika ada keputusan resmi, tentu akan disampaikan melalui mekanisme organisasi yang sah."
Menurut Nurdiansyah, seluruh energi kader seharusnya tidak lagi dihabiskan untuk memperuncing perbedaan, tetapi diarahkan pada penguatan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah"Musda hanya berlangsung beberapa saat, tetapi perjuangan membesarkan Partai Demokrat adalah tugas kita bersama untuk jangka panjang. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin, seluruh kader harus kembali bersatu, menjalankan roda organisasi dengan baik, memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput, serta fokus pada kerja-kerja partai yang bermanfaat bagi masyarakat."
Ia menambahkan bahwa kekuatan Partai Demokrat tidak ditentukan oleh siapa yang menang dalam Musda, melainkan oleh kemampuan seluruh kader menjaga persatuan dan bekerja bersama."Jangan habiskan energi untuk saling menyerang. Habiskan energi kita untuk membangun partai, memenangkan hati rakyat, dan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Partai Demokrat Aceh. Dengan kader yang kompak, disiplin, dan bekerja bersama, saya optimistis Partai Demokrat Aceh akan semakin kuat dan mampu meraih kemenangan yang lebih besar pada agenda-agenda politik ke depan."
Menutup pernyataannya, Nurdiansyah mengajak seluruh kader menjadikan musda sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkokoh soliditas partai.
Baca Juga:Polda Sumsel Musnahkan 397 Senpi Rakitan Ilegal, Hasil Operasi selama 16 Hari"Persaingan boleh berakhir pada Musda, tetapi persaudaraan sebagai kader Partai Demokrat harus tetap terjaga selamanya. Mari kita sukseskan Musda secara bermartabat, hormati keputusan Ketua Umum, lalu bergandengan tangan untuk membawa Partai Demokrat Aceh semakin maju, semakin dipercaya rakyat, dan meraih kemenangan bersama," pungkasnya.
#daerah





Komentar (0)