Diversifikasi Jadi Strategi Pelaku Industri Kuliner Perluas Pasar

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelaku industri kuliner mulai memperluas model bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan kebutuhan pasar. Selain mengembangkan jaringan restoran, perusahaan juga masuk ke bisnis katering, manufaktur pangan, hingga produk makanan siap saji untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus menjangkau segmen ritel, korporasi, dan industri.

Salah satu strategi tersebut dijalankan Umara Group melalui pengembangan portofolio usaha yang mencakup restoran keluarga, katering premium, katering industri, manufaktur pangan, serta produk retort siap saji dan frozen food. Perusahaan juga meresmikan restoran keluarga Roemah Umara di kawasan Veteran, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari penguatan jaringan bisnis restoran.

Baca Juga
  • Berburu Kuliner Viral: Mengapa Banyak Orang Rela Antre demi Makanan Hits?
  • UNJ Catat Kenaikan Penmaba Jalur Disabilitas, Seni Kuliner Paling Diminati
  • Kinerja PLN Dorong Perekonomian Lokal, Rumah BUMN Gunungkidul Tampilkan Kuliner Tradisional

Direktur Utama Umara Group R. Chandra mengatakan, perusahaan akan melanjutkan ekspansi melalui pembukaan jaringan restoran baru di Jakarta, pengembangan produk makanan siap saji, serta perluasan pasar layanan katering.

“Kami berencana untuk membuka jaringan restoran kami di Jakarta. Kemudian kami juga akan berkolaborasi bisnis dengan Imora Motor dan Prospect Motor. Kami juga akan memperluas kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tambang & migas serta berkontribusi dalam memasok makanan nusantara ke Saudi Arabia dalam rangka Haji dan Umrah,” kata Chandra, Senin (3/8/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain memperluas jaringan restoran, perusahaan juga membidik penguatan pasar business-to-business (B2B), business-to-government (B2G), dan business-to-consumer (B2C). Strategi tersebut didukung oleh unit usaha yang bergerak di bidang katering premium, katering industri, manufaktur pangan, hingga layanan white label bagi pelaku usaha makanan.

Menurut Chandra, diversifikasi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya saing perusahaan di industri makanan yang terus berkembang.

“Makanan khas Indonesia itu sangat melimpah, variatif dan memiliki cita rasa yang tinggi. Dan bagi kami yang sangat memiliki passion dalam dunia F&B, inovasi adalah kunci dalam mengolah serta mengembangkan rasa pada setiap makanan yang kami suguhkan,” ujarnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Besok Ada Pengumuman Penting, Semoga Membawa Kabar Baik
• 22 jam lalu
0
thumb
Pendapatan MNC Tourism (KPIG) Tembus Rp1,1 Triliun di Semester I-2026, Tumbuh 15,5 Persen
• 19 jam lalu
0
thumb
Prabowo Prihatin Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi
• 10 jam lalu
0
thumb
Mengapa Stasiun KA Pertama Ada di Sekitar Semarang Tapi Bengkel Pertama di Madiun
• 12 jam lalu
0
thumb
Daftar Iuran Biaya BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, 3, Periode Agustus 2026
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.