strategi diversifikasi sengaja dipilih demi dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan permintaan pasar alat berat nasional.
IDXChannel - PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) baru saja merilis hasil kinerjanya di sepanjang triwulan II-2026, dengan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,02 triliun, atau tumbuh sebesar 13,2 persen dibanding realisasi pendapatan pada periode sama di 2025 lalu.
Lonjakan pendapatan terutama ditopang oleh penjualan unit alat berat yang melonjak 47 persen secara tahunan (year on year/YoY).
"Capaian ini mencerminkan keberhasilan strategi kami dalam melakukan diversifikasi produk, baik dari sisi tipe maupun brand, dengan fokus pada penetrasi produk asal China, yang menawarkan harga lebih kompetitif, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Direktur Utama KOBX, Andry B Limawan, dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).
Menurut Andry, strategi diversifikasi sengaja dipilih demi dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan permintaan pasar alat berat nasional.
Tak hanya itu, kebijakan ini juga sekaligus memperkuat jajaran produk alat berat berkualitas yang ditawarkan kepada konsumen, dengan didukung oleh ketersediaan suku cadang dan dukungan layanan perawatan dan perbaikan yang mumpuni.
Andry menjelaskan bahwa Kobexindo saat ini memiliki empat segmen bisnis utama, yaitu penjualan unit alat berat, yang terbagi menjadi empat segmen, yaitu segmen alat berat pertambangan dan non pertambangan, kemudian penjualan suku cadang, layanan jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan, serta pendapatan sewa, yang juga terbagi menjadi sewa alat berat dan sewa perkantoran (ruang perkantoran pada Kobexindo Tower).
Sejauh ini, kinerja segmen penjualan unit alat berat masih menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi mencapai 70,7 persen terhadap pendapatan konsolidasi, atau meningkat signifikan dibanding perolehan sebesar 54,4 persen pada periode sebelumnya.
"Salah satu (produk alat berat) yang banyak dicari yaitu Dump Truck Hybrid dari Tonly. Sejak dipasarkan mulai tahun lalu, kami terus mendapat permintaan dari konsumen," ujar Andry.
Banyak diminatinya produk Dump Truack Hybrid dari Tonly, disebut Andry, karena system hybrid yang ditenagai listrik dan solar tersebut mampu memangkas biaya operasional hingga 30 sampai 40 persen.
Sedangkan segmen dengan kontribusi terbesar kedua adalah segmen penjualan suku cadang, yang tercatat mampu berkontribusi sebesar 14,1 persen terhadap pendapatan konsolidasian, di mana pada enam bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp144,04 miliar, atau turun sekitar 26,6 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp196,15 miliar.
Kemudian, segmen terbesar ketiga adalah segmen sewa, dengan total Rp84,07 miliar pada per akhir Juni 2026 lalu. Sewa Alat berat tercatat meraup pendapatan sebesar Rp79,7 miliar, meningkat 14 persen dibanding pencapaian tahun sebelumnya.
Terakhir, pendapatan dari sewa bangunan tercatat sebesar Rp4,37 miliar, terkoreksi 23,1 persen dibanding catatan tahun lalu.
"Segmen jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan berkontribusi sebesar tujuh persen, dengan pendapatan enam bulan pertama 2026 sebesar Rp70,97 miliar," ujar Andry.
Pencapaian tersebut, dalam pandangan Andry, telah berdampak positif pada posisi laba kotor perseroan, yang pada Semester I-2026 tumbuh 41 persen menjadi Rp174,8 miliar, menunjukkan adanya perbaikan margin, meski beban pokok naik 8,8 persen.
"Kami akan terus mengoptimalkan peluang dengan menjual produk alat berat untuk kebutuhan pertambangan maupun non-pertambangan," ujar Andry.
Di tengah kondisi penuh tantangan, Andry menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk dapat memperluas diversifikasi produk dan memperkuat layanan purna jual, termasuk memperbesar portofolio brand China yang menawarkan harga kompetitif.
"Strategi ini kami harapkan dapat membantu Perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik," ujar Andry.
(taufan sukma)






Komentar (0)