TABLOIDBINTANG.COM - Denny Sumargo menanggapi ramainya respons publik terhadap dua episode podcast yang membahas persoalan rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah. Menurutnya, isu tersebut merupakan persoalan pribadi yang sudah lebih dulu berkembang di ruang publik, sehingga ia memilih fokus memberikan wadah agar kedua belah pihak dapat menyampaikan pandangannya.
"Ya gua punya banyak pendapat masalah itu, karena menurut gua masalah itu kan memang ada di luar. Jadi gua lebih fokus gimana men-support supaya masalah itu kan bisa segera selesai karena itu kan masalah rumah tangga yang akhirnya terekspos di tempat gua kan gitu maksudnya," ujar Denny, di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (3/8).
Respons netizen yang menilai dirinya berpihak kepada salah satu kubu juga tak luput menjadi perhatian. Denny mengungkapkan, baik pendukung Ruben Onsu maupun Sarwendah sama-sama memberikan kritik atas jalannya podcast tersebut.
"Gua membaca dua sisi. Jadi sisi yang A, sisi dari pihak RO (Ruben Onsu) fans-nya bilang kalau gua memihak pada Sarwendah karena pertanyaan gua kurang. Nah, yang Sarwendah fans-nya malah bilang gua berpihak pada RO karena gua terlalu mengiyakan pengacaranya. Jadi dua-duanya berkeberatan sih sebenarnya. Jadi menurut gua ya itu wajarlah, itu pasti akan ada pro-kontra di situ, it's okay," katanya.
Saat disinggung mengenai anggapan adanya "blunder" dari pernyataan kedua pihak yang tampil di podcast, Denny menilai penilaian tersebut bergantung pada sudut pandang masing-masing pendukung.
"Ya itu dari POV dari dua fans-nyalah. Yang satu bilang yang pihak RO blunder, yang satu bilang pihak SW blunder. Jadi sebenarnya diputar mereka sih," lanjutnya.
Denny berharap polemik yang terus bergulir di media sosial dapat segera berakhir. Ia menilai penyelesaian secara damai dan di ruang privat menjadi keinginan banyak orang.
"Saran? Gua pikir semua orang pasti pengen mereka damailah ataupun membawa masalah ini ke ruang pribadi lah," kata dia.
Ia juga menjelaskan alasan menghadirkan kedua belah pihak dalam podcastnya. Menurut Denny, sebagai media, ia ingin menjaga prinsip keberimbangan sehingga tidak hanya memberikan ruang kepada satu pihak.
"Awalnya kan dari Sarwendah, kemudian nggak mungkinlah kita nggak undang dari pihak RO karena ini kan podcast sebagai media kan. Karena kalau satu sisi kan pesannya nggak both side, nggak bagus gitu. Jadi sebelum rilis Sarwendah kita juga invite dari RO supaya kalau dia berkenan hadir, tapi akhirnya dia bisa hadir dari PH," jelasnya.





Komentar (0)