HARIAN.FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi interaktif bertajuk “Pentingnya Gizi Ikan melalui Metode Tunu Bete (Bakar Ikan Bersama)” sebagai upaya menekan angka stunting di Desa Dandang, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) ini mengusung konsep nonformal dan melibatkan langsung Kepala Desa Dandang serta warga, terutama ibu-ibu dengan balita dan bapak-bapak sebagai kepala keluarga.
Program ini lahir dari hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan kasus stunting masih terjadi pada balita di Desa Dandang. Dengan pendekatan unik, sosialisasi ini tidak hanya menyasar ibu sebagai pengelola makanan, tetapi juga mengajak bapak agar turut berperan aktif dalam menyediakan ikan sebagai sumber gizi utama keluarga.
“Kami ingin edukasi stunting ini tidak kaku, makanya kami kemas lewat tradisi tunu bete agar bapak dan ibu bisa belajar bersama dengan santai. Pencegahan stunting adalah kerja tim di dalam rumah tangga. Melalui momentum belajar bersama ini, saya menaruh harapan besar agar ke depan, di meja makan harian setiap keluarga di Desa Dandang selalu tersedia hidangan ikan kaya gizi yang siap dikonsumsi demi masa depan anak-anak kita, baik disajikan secara segar maupun lewat berbagai kreativitas diversifikasi olahan ikan agar anak tidak bosan. Terima kasih banyak kepada Bapak Desa dan seluruh warga atas antusiasme yang luar biasa ini,” jelas Angga, mahasiswa program studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, yang memimpin sosialisasi.
Angga memaparkan detail kandungan gizi ikan yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak, seperti protein berkualitas tinggi sebagai pondasi tubuh, Omega-3 (DHA & EPA) untuk kecerdasan otak, kombinasi vitamin D dan kalsium untuk kekuatan tulang, serta zat besi dan zinc yang berperan sebagai benteng kekebalan tubuh guna mencegah stunting. Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi olahan ikan, seperti membuat bakso, nugget, atau abon ikan untuk mengatasi kejenuhan anak saat mengonsumsi ikan utuh.
Kegiatan diwarnai dengan sesi kuis interaktif berhadiah yang melibatkan ibu-ibu dan bapak-bapak secara bergantian. Antusiasme warga sangat tinggi, menandakan pemahaman mereka terhadap materi sudah baik. Acara ditutup resmi oleh Kepala Desa Dandang dan diakhiri dengan pembagian paket makanan berisi ikan tunu hasil olahan mahasiswa KKN kepada seluruh peserta.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berharap kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi ikan di tingkat keluarga meningkat sehingga dapat menekan angka stunting secara efektif dengan memanfaatkan komoditas perikanan lokal yang kaya nutrisi. Pendekatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga diharapkan menjadi kunci keberhasilan pencegahan stunting di Desa Dandang. (*)






Komentar (0)