Pasca melahirkan menjadi babak baru bagi seorang ibu untuk merawat dan mendampingi tumbuh kembang buah hati. Salah satu bentuk kasih sayang yang bisa diberikan adalah dengan memberikan ASI sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi.
Mengutip laman Cleveland Clinic, ASI berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi sejak awal kehidupannya. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, ASI juga membantu memperkuat sistem imun bayi sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit.
Meski manfaatnya besar, perjalanan menyusui nggak selalu berjalan mulus bagi setiap ibu. Ada yang harus berjuang menghadapi produksi ASI yang belum lancar, bayi yang kesulitan menyusu, hingga rasa lelah yang datang di tengah rutinitas mengurus si kecil.
Walau penuh tantangan, setiap proses menyusui menyimpan kenangan yang membekas dan berharga bagi para ibu, termasuk sejumlah teman kumparanMOM. Yuk, simak cerita mereka di bawah ini.
Pengalaman Menyusui Ala teman kumparanMOMCerita pertama datang dari teman kumparanMOM Kiki. Meski bukan pertama kalinya menyusui, perjalanan mengASIhi anak bungsunya tetap menghadirkan tantangan yang berat.
Setelah menjalani operasi caesar, proses pemulihannya berlangsung cukup lama. Di saat yang sama, ia juga harus mengurus dua balita. Kondisi tersebut membuat Kiki mengalami baby blues hingga sempat memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.
Akibat kondisi tersebut, produksi ASI menjadi seret dan anaknya pun pun sering rewel. Agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi, Kiki dan suami memutuskan untuk mengombinasikan ASI dengan susu formula. Syukurnya, seiring berjalannya waktu, produksi ASI kembali lancar dan mampu memenuhi kebutuhan si kecil.
Di sisi lain, teman kumparanMOM Retno Pratiwi bercerita tentang momen pertama kalinya menjadi seorang ibu. Kebahagiaan menyambut kelahiran sang buah hati ternyata harus dibarengi dengan perjuangan menyusui yang nggak mudah.
Pada minggu pertama setelah melahirkan, ASI Retno belum juga keluar. Kondisi itu membuatnya khawatir karena takut bayinya nggak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Kecemasan itu semakin memuncak saat kontrol seminggu kemudian. Berat badan sang bayi justru turun cukup banyak. "Rasanya bersalah, takut, dan sedih jadi satu," tuturnya.
Meski begitu, Mom Retno memilih untuk nggak menyerah. Ia mencoba berbagai cara agar produksi ASI kembali lancar, mulai dari mengonsumsi sayur katuk, ASI booster, hingga berbagai makanan yang dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
Usahanya pun membuahkan hasil. Produksi ASI akhirnya lancar, bahkan ia bisa menyimpan stok ASI sebagai bekal ketika kembali bekerja sebagai working mom.
Menurut Retno, keberhasilan tersebut juga nggak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya, terutama sang suami. "Paksu nemenin aku pumping tengah malam, gantian jaga baby biar aku bisa istirahat. Teman-teman kantor juga support banget. Aku dikasih waktu buat pumping di sela-sela kerja," ujarnya.
Cerita terakhir datang dari teman kumparanMOM Puji Ceria. Saat pertama kali memiliki anak, ia langsung dihadapkan pada tantangan menyusui yang cukup berat karena produksi ASI sangat sulit keluar, sementara bayinya mudah rewel.
Untungnya, bidan yang membantu proses persalinannya memberikan pijatan pada area payudara sekaligus membagikan berbagai motivasi dan pengetahuan agar produksi ASI bisa lebih lancar. Perlahan, usahanya pun mulai menunjukkan hasil.
Selain itu, Puji juga mendapat dukungan penuh dari keluarga, terutama sang suami. Ada satu kalimat yang selalu diingatnya hingga kini, yaitu, "Bayi itu belum bisa makan. Dia cuma mengandalkan ibunya. Jadi ASI ibarat infus yang menggantikan makanannya."
Ucapan sederhana tersebut menjadi penyemangat bagi Puji untuk terus berusaha memberikan ASI terbaik bagi buah hatinya. Baginya, dukungan dari orang terdekat menjadi kekuatan yang membuat perjalanan menyusui terasa lebih ringan.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan






Komentar (0)