Iran Kirim Sinyal ke Indonesia usai Pernyataan Prabowo soal Senjata Nuklir

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Republik Islam Iran membantah memiliki senjata nuklir setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung isu tersebut dalam pidatonya di hadapan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Klarifikasi itu disampaikan melalui akun X resmi Kedutaan Besar Iran di Indonesia, @IraninIndonesia, pada Minggu (2/8/2026).

Dalam unggahannya, Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa program nuklir negaranya dijalankan secara damai dan tidak pernah ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir.

"Republik Islam Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," tulis akun @IraninIndonesia dalam unggahan yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dikutip, Jakarta, Senin (3/8/2026). 

Unggahan tersebut disertai infografis bertajuk "Program Nuklir Republik Islam Iran". Dalam infografis itu dijelaskan bahwa program nuklir Iran dijalankan secara transparan, bertujuan damai, dan berada dalam kerangka hukum internasional.

Kedutaan Besar Iran menyebut program nuklir negaranya berlandaskan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta menerapkan salah satu rezim inspeksi nuklir paling ketat di dunia.

Selain itu, Iran menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir ditujukan untuk kepentingan energi, kesehatan, dan penelitian, bukan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Dalam infografis tersebut juga disebutkan bahwa kebijakan Iran mengacu pada fatwa Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang mengharamkan kepemilikan senjata nuklir.

Respons tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama jajaran Kadin Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026), membahas perkembangan geopolitik global, termasuk potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan persepsi bahwa Iran telah memiliki senjata nuklir dapat mendorong negara-negara lain di kawasan untuk mengembangkan kemampuan serupa.

"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Arab Saudi ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Arab Saudi ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Uni Emirat Arab juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir," ujar Prabowo.

Pidato tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca Juga: Trump Klaim Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Segera Tercapai, Bahas Nuklir hingga Selat Hormuz

Baca Juga: ASEAN 'Usik' Nuklir Korea Utara, Adik Kim Jong Un Beri Respons

Di sisi lain, publik juga menyoroti siaran langsung pidato Presiden melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden yang sempat terputus ketika pembahasan memasuki isu nuklir Iran.

Berdasarkan penelusuran pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, rekaman kegiatan tersebut telah kembali diunggah. Namun, bagian pidato yang memuat pernyataan Presiden mengenai Iran tidak terdapat dalam versi video yang tersedia.

Hingga Minggu (2/8/2026), Istana maupun Sekretariat Presiden belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab terputusnya siaran langsung maupun tidak dimuatnya kembali bagian pidato tersebut dalam rekaman resmi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MPR Undang Prabowo Hadiri Peringatan Hari Konstitusi dan HUT
• 2 jam lalu
0
thumb
Kesaksian Sopir Ekspedisi di Balik Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2
• 19 jam lalu
0
thumb
Valentin Barco Resmi Gabung Chelsea, Sehebat Apa?
• 11 jam lalu
0
thumb
5 Petugas Dishub Bekasi yang Pungli Sopir Truk Sudah Dinonaktifkan, Tinggal Tunggu Pemecatan
• 8 jam lalu
0
thumb
Listrik di Jaksel dan Tangsel Padam, PLN: Terjadi Gangguan Suplai Gandul-Cirendeu
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.