Pernah terkejut melihat warna ASI berubah menjadi hijau atau bahkan pink? Kondisi ini sering membuat ibu khawatir dan bertanya-tanya: "Apakah ASI tersebut masih aman diminum oleh bayi?".
Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Menyusui, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan, perubahan warna ASI umumnya merupakan hal yang normal. Warna ASI dapat dipengaruhi oleh kandungan alami di dalamnya, makanan atau suplemen yang dikonsumsi ibu, hingga kondisi tertentu selama menyusui.
Kenapa Warna ASI Bisa Berubah?Perubahan warna ASI tidak selalu menandakan adanya masalah. Berikut beberapa warna ASI yang umum ditemui beserta penyebabnya:
Kuning
Merupakan kolostrum atau ASI yang diproduksi pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Warna kuning berasal dari kandungan beta karoten dan tingginya kadar imunoglobulin yang berperan melindungi bayi dari infeksi.
Putih kental atau krem
Biasanya merupakan hindmilk, yaitu ASI yang keluar di akhir sesi menyusui. Hindmilk mengandung lebih banyak lemak sehingga membantu bayi merasa kenyang.
Bening agak kebiruan
Merupakan foremilk atau ASI yang keluar di awal menyusui. Meski kandungan lemaknya lebih rendah, ASI ini tetap kaya akan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan antibodi.
Hijau
Warna ini umumnya dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, atau suplemen yang dikonsumsi ibu.
Pink atau kemerahan
Dapat terjadi karena sedikit darah bercampur dengan ASI, misalnya akibat puting lecet atau Rusty Pipe Syndrome pada awal masa menyusui.
"Sebagian besar variasi warna ASI memang bisa terjadi dan sering kali tidak berbahaya serta masih boleh diberikan pada bayi," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Minggu (2/8).
Kapan Perubahan Warna ASI Perlu Diwaspadai?Meski sebagian besar perubahan warna ASI normal, ada beberapa kondisi yang perlu segera diperiksakan ke dokter, yaitu apabila:
ASI berwarna hitam atau coklat tua.
Perubahan warna menetap dan tidak kunjung membaik.
Disertai nyeri pada payudara.
Mengalami demam.
Muncul benjolan pada payudara.
Keluar darah dalam jumlah banyak.
Menurut dr. Aisya, warna ASI tidak dapat dijadikan patokan untuk menilai kualitas ASI.
"Sebagian besar variasi warna ASI memang bisa terjadi dan sering kali tidak berbahaya. Tetapi bila perubahan warna terjadi tiba-tiba, menetap, atau disertai keluhan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter," tutupnya.






Komentar (0)