Sekolah Baru untuk Republik

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

SEMUA niat baik yang datang dari kepala negara pastinya wajib diterima dengan hati bungah. Seperti yang sering diucapkan Prabowo Subianto, tak ada pemimpin yang ingin menjerababkan nasib bangsa dan rakyatnya. Semua presiden ingin mengantarkan nasib bangsa sesuai amanah konstitusi yang diterimanya, “mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdakaan Negara Indonesia, yang merdeka. Bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.

Begitu juga saat Presiden Prabowo secara tiba-tiba mengumumkan pemerintah bakal membangun universitas baru, bernama Universitas Republik Indonesia (URI).

 Tak hanya itu, rupanya Presiden juga sudah menyiapkan orang-orang yang akan mengurus pendirian kampusnya, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto didapuk menjadi Gubernur URI.  Prabowo juga melantik Yos Sunitiyoso menjadi Wakil Gubernur URI. Yos selama ini dikenal sebagai akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pendirian URI barangkali dilandasi “sulitnya” Presiden Prabowo mencari sosok pemimpin di sekelilingnya, orang orang yang akan membumikan visi dan misi dari seorang “komandan” tertinggi negara. Untuk menterjemahkan ide-ide presiden, saya kira memang presiden harus didukung jajaran teknokrasi yang mumpuni. Kementerian, lembaga dan BUMN butuh pemimpin yang “siap pakai” yang dalam hal ini memang harus diakui pasokannya seret dari lembaga pendidikan yang ada. Kita mahfum, seorang calon pemimpin yang masuk ke pemerintahan atau BUMN, mustilah sosok yang bukan hanya pakar sebuah keilmuan, ekonomi atau teknologi, politik maupun pertahanan, tetapi juga memiliki aturan dan birokrasi, juga tata kelola pemerintahan pusat dan daerah yang rumit.

 Singkatnya, kita butuh orang-orang lintas sektoral, yang dalam keadaan genting punya daya kekuatan lebih untuk mengambil putusan yang tepat.

Semua  itu tak gampang, barangkali ini yang ingin dituju dengan pendirian URI yang kabarnya langsung akan dibuka di 10 tempat di Indonesia.

 Sebenarnya jika desainnya tepat, ada peluang URI bisa menutup celah fragmentasi pendidikan dan pengembangan kepemimpinan aparatur negara. Kita tahu sekarang ada Lembaga Administrasi Negara (LAN), Lemhannas, IPDN, berbagai sekolah kedinasan, serta program pendidikan dan pelatihan di kementerian dan lembaga. Selama ini lembaga-lembaga tersebut tak selalu berada dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Jika desainnya tepat, URI bisa menjadi ruang pertemuan elite nasional yang dibangun melalui meritokrasi, bukan semata-mata melalui jaringan politik seperti yang terjadi selama ini.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Wali Kota Parepare Perkuat Kapasitas TRC BPBD
• 5 jam lalu
0
thumb
Wajah Baru Penyebrangan di Tendean, JPO Berganti Pelican Crossing
• 8 jam lalu
0
thumb
Pengunjung Pasar Tanah Abang capai 15 ribu orang per hari
• 19 jam lalu
0
thumb
Terungkap! 3 Fakta KMP Mutiara Sentosa 2, Kapal Eks Jepang Berusia 34 Tahun yang Ludes Terbakar di Madura
• 9 jam lalu
0
thumb
Ijazah Jokowi Ditunjukkan, Roy Suryo Ubah Narasi Jadi 99,9% Palsu
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.