Acara tersebut sebagai wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi pengadaan barang dan jasa nasional.
Mengusung tema "Dari Digitalisasi Menuju Pengadaan Modern: Transformasi Berbasis Data untuk Indonesia Emas", kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI).
Kepala LKPP Sarah Sadiqa mengatakan pengadaan pemerintah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Inaproc, nilai belanja pengadaan pemerintah pada Tahun Anggaran 2026 diperkirakan mencapai Rp911,7 triliun.
"Setiap keputusan pengadaan bukan hanya keputusan administratif, tetapi juga keputusan ekonomi, keputusan industri, dan keputusan pembangunan. Karena itu, pengadaan tidak cukup hanya transparan dan cepat, tetapi juga harus cerdas, prediktif, adaptif, serta mampu menjadi dasar pengambilan keputusan publik yang lebih tepat," ujar Sarah saat membuka ICEF-IPFE 2026 di Jakarta.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe, menilai ICEF-IPFE menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurutnya, forum yang diikuti sekitar 135 penyedia tersebut membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kesiapan ekspor pelaku usaha, sekaligus mendorong semakin banyak UMKM dan koperasi bergabung ke dalam Katalog Elektronik. Targetkan 15 ribu pengunjung ICEF-IPFE 2026 menargetkan sekitar 15.000 pengunjung dari berbagai instansi pemerintah, mulai dari Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan (PP), Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), hingga anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta dapat mengikuti berbagai agenda, seperti seminar nasional, talkshow, temu bisnis, bimbingan teknis, konsultasi, hingga sertifikasi profesi yang bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengadaan. Mbizmarket dukung transformasi pengadaan digital Salah satu peserta yang kembali berpartisipasi adalah Mbizmarket, lokapasar mitra LKPP yang hadir di booth nomor 47. Platform tersebut menawarkan layanan pengadaan digital yang mendukung transparansi, efisiensi, dan pemanfaatan produk dalam negeri.
CEO & Co-Founder Mbizmarket, Ryn Hermawan, mengatakan keikutsertaan perusahaan selama tiga tahun berturut-turut menjadi bentuk komitmen dalam mendukung transformasi digital pengadaan pemerintah.
Menurutnya, ICEF menjadi ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha sekaligus membuka peluang lebih luas bagi penyedia untuk bergabung dalam ekosistem pengadaan pemerintah.
Mbizmarket juga mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI). Digitalisasi pembayaran dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus menghasilkan data yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dan memperkuat tata kelola pengadaan pemerintah. Pamerkan inovasi dan produk dalam negeri ICEF-IPFE 2026 menghadirkan area pameran seluas sekitar 1.800 meter persegi dengan 50 booth yang diisi 39 peserta, terdiri atas 29 perusahaan dan 10 lembaga.
Berbagai inovasi, produk, layanan, dan solusi teknologi ditampilkan untuk mendukung modernisasi sistem pengadaan pemerintah. Produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi juga mendapat perhatian khusus sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Selain menjadi etalase inovasi nasional, ICEF-IPFE diharapkan mampu mempertemukan penyedia barang dan jasa dengan buyer dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga BUMN. Melalui forum temu bisnis tersebut, pelaku usaha berkesempatan memperluas akses ke e-Katalog Pemerintah dan sistem pengadaan BUMN.
Penyelenggara berharap ICEF-IPFE 2026 dapat memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri, serta mempercepat terwujudnya sistem pengadaan pemerintah yang modern, transparan, dan berbasis data untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)






Komentar (0)