Tetapkan Harga Pelaksanaan Rights Issue, Saham BUVA Jatuh 7 Persen

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten perhotelan milik pengusaha nasional Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), berbalik turun tajam pada perdagangan Senin (3/8/2026).

Tetapkan Harga Pelaksanaan Rights Issue, Saham BUVA Jatuh 7 Persen. (Foto: Bukit Uluwatu)

IDXChannel – Saham emiten perhotelan milik pengusaha nasional Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), berbalik turun tajam pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah perseroan mengumumkan harga pelaksanaan rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 15.23 WIB saham BUVA merosot 7,97 persen ke level Rp810 per unit. Padahal, saham ini sempat menguat hingga Rp910 pada pukul 14.34 WIB.

Baca Juga:
Jadi Pengendali Tunggal BCA, Berapa Kekayaan Robert Budi Hartono?

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp312,0 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 366,3 juta saham.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (3/8), BUVA menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp250 per saham.

Baca Juga:
Ekspor CPO Semester I-2026 Melambat, BPS Soroti Dampak Penerapan B50 dan El Nino

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 6,15 miliar saham baru atau setara sekitar 20 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II.

Dengan skema tersebut, setiap pemegang empat saham lama berhak memperoleh satu HMETD, di mana setiap satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp250. Dana yang berpotensi dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai sekitar Rp1,54 triliun.

Baca Juga:
Saham MAPI Tiba-Tiba Melejit 20 Persen, Apa Katalisnya?

Pemegang saham utama sekaligus pengendali, PT Nusantara Utama Investama (NUI), menyatakan akan melaksanakan 2,4 miliar HMETD.

Sementara itu, sisa saham yang tidak diserap pemegang HMETD akan dibeli oleh para pembeli siaga, yakni PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Happy Hapsoro, dan Ferry Sudjono sesuai komitmen masing-masing.

Perseroan menyatakan dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat ekspansi dan struktur permodalan.

Alokasinya meliputi penyertaan modal pada PT Bukit Bali Permai untuk pengembangan proyek di Uluwatu, pelunasan dipercepat utang, pembangunan kawasan Uluwatu Estate dan renovasi Alila Ubud, serta penyertaan modal pada PT Bukit Lagoi Villa untuk pengembangan kawasan wisata di Bintan.

Perseroan juga mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue ini akan mengalami dilusi kepemilikan dengan besaran maksimum 20 persen. HMETD dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 1-14 Oktober 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Tahun Menjanda, Joanna Alexandra Resmi Menikah dengan Immanuel Christover
• 3 jam lalu
0
thumb
Pendapatan Real Madrid Cetak Rekor, Tembus 1,22 Miliar Euro Musim Lalu
• 13 jam lalu
0
thumb
[FULL] Kata John Herdman Jelang Timnas Indonesia vs Vietnam, Sebut Ujian Terberat di Piala AFF 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Kontrak Lockheed Rp969 T, JPMorgan Soroti Ketergantungan AS ke China
• 16 jam lalu
0
thumb
Baru Saja Padam, Kebakaran Kembali Landa Pasar Sandang Tegalgubug Cirebon
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.