Pantau - Klaim dalam unggahan video di Facebook yang menyebut utang Indonesia telah menembus Rp10.000 triliun dan negara berada di ambang kebangkrutan dipastikan keliru berdasarkan data resmi Bank Indonesia, sehingga informasi tersebut dikategorikan sebagai hoaks.
Data BI Bantah Klaim Utang Rp10.000 TriliunUnggahan video berdurasi sekitar satu menit itu menarasikan Indonesia menerapkan kebijakan "gali lubang tutup lubang" untuk membayar utang dan disebut menuju kebangkrutan.
Berdasarkan penelusuran, Bank Indonesia dalam publikasi 18 Mei 2026 melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2026 sebesar 433,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.791 triliun dengan kurs sekitar Rp17.978 per dolar AS.
Bank Indonesia juga menyatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat karena dikelola secara hati-hati, didominasi utang jangka panjang, serta rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 29,5 persen dari sebelumnya 30,0 persen.
Pemerintah bersama Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan utang sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan.
Video Berisi Opini, Bukan Pernyataan ResmiHasil penelusuran juga menemukan bahwa video dalam unggahan tersebut merupakan cuplikan dari video YouTube berjudul "LAST WARNING! Tsunami Ekonomi & Mega Financial Crisis Indonesia".
Video tersebut berisi analisis dan opini pembuat konten mengenai kondisi perekonomian Indonesia serta prediksi berbagai risiko ekonomi pada masa mendatang.
Isi video itu bukan merupakan pernyataan resmi pemerintah maupun lembaga negara, melainkan pandangan pribadi pembuat konten yang diunggah pada 14 April 2026.
Berdasarkan data resmi Bank Indonesia dan hasil penelusuran sumber video, klaim bahwa Indonesia dipastikan menuju kebangkrutan karena utang telah menembus Rp10.000 triliun dinyatakan hoaks.




Komentar (0)