Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi buka suara terkait peristiwa ratusan siswa SMKN 6 Semarang yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MB). Lutfi mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi.
"Jadi kita sudah melakukan evaluasi sudah diteliti dan sebagainya terus hasilnya sudah kita laporkan ke BGN karena kewenangannya ke BGN," ujar Luthfi kepada wartawan, Senin (3/7).
Luthfi juga mengatakan, BGN juga sudah turun tangan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG setelah terjadinya peristiwa tersebut.
"BGN juga sudah turun nanti akan dilakukan evaluasi ke sana," jelas dia.
Ditanya apakah peristiwa ini akan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Luthfi menyerahkan keputusan itu ke BGN.
"Itu BGN yang berhak, kita kan hanya teknis saja," kata Luthfi.
Sebelumnya, ratusan siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada Jumat (31/7) kemarin. Mereka mengeluh pusing, mual, diare, hingga muntah-muntah.
Berdasarkan pendataan sementara, korban keracunan mencapai 707 orang yang terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi.
Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya keracunan massal tersebut.






Komentar (0)