Golkar Tegaskan Bupati Pemalang Bukan Kadernya: Dia dari Profesional

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M Sarmuji, menegaskan bahwa Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah kader Partai Golkar.

"Kalau Pak Anom, Pak Anom itu sebenarnya adalah orang profesional ya, awalnya dari pejabat BUMN," kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurutnya yang merupakan kader Partai Golkar adalah Wakil Bupati Pemalang Nurkholes.

Ia mengatakan Nurkholes merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kabupaten Pemalang.

Baca juga: KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Dkk Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan

"Justru yang kader Partai Golkar yang di struktur itu sebenarnya adalah wakil bupatinya. Wakil bupati adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kabupaten Pemalang," ucapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Partai Golkar akan menindak tegas siapa pun kepala daerah yang diusung Partai Golkar yang terbukti melanggar hukum.

"Setiap pejabat publik dari Partai Golkar yang kena persoalan hukum, tentu akan kita berikan sanksi sesuai dengan kadar kesalahannya," tegasnya.

Sebelumnya KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Baca juga: Staf KPK Peras Bupati Pemalang: Aksi Bapak-Anak hingga Misteri Chat Hilang

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari OTT tersebut KPK menyita uang tunai lebih dari Rp2,7 miliar.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka dalam dua klaster, yakni dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan yang melibatkan Anom, serta dugaan pemerasan yang menyeret polisi bernama Setya Budi Dias yang bertugas sebagai staf administrasi KPK bersama ayahnya, Lilik Budi Suprianto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Basarnas Ungkap Kendala yang Dihadapi saat Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa 2
• 7 jam lalu
0
thumb
12 Hari Kematian Karumga Febrie Masih Jadi Misteri
• 2 jam lalu
0
thumb
Gak Sampai Rp 5 Juta, Segini Estimasi Biaya Perawatan Wuling Aira ev
• 16 jam lalu
0
thumb
Kemlu RI Menyatakan Belum Ada WNI Terdampak Gempa Magnitudo 5,6 di Mesir
• 3 jam lalu
0
thumb
Modus Licik Pilot Malaysia Selundupkan Ekstasi ke Indonesia, Kelabui Tes Narkoba dengan Urine Bersih
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.