Banyak cara untuk mendapatkan kulit wajah yang tampak halus, kencang, dan minim kerutan. Selain mengandalkan skincare, botoks menjadi salah satu prosedur estetika yang kian diminati.
Berdasarkan survei International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) 2024, sebanyak 7,8 juta prosedur botoks dilakukan oleh dokter bedah di seluruh dunia. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa prosedur ini paling banyak dijalani oleh kelompok usia 35–50 tahun.
Prosedur ini merupakan salah satu cara yang dapat bantu menyamarkan garis halus dan kerutan, sehingga wajah tampak lebih segar dan awet muda. Caranya, toksin botulinum yang berasal dari bakteri Clostridium Botulinum disuntikkan ke area wajah tertentu.
Dikutip dari Cleveland Clinic, toksin botulinum ini bekerja dengan menghambat sinyal saraf menuju otot. Akibatnya, otot tidak dapat berkontraksi seperti biasa sehingga garis-garis ekspresi dan kerutan tampak lebih halus.
Meski menawarkan hasil yang menggiurkan, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan menjalani botoks, termasuk pantangan setelah prosedur dilakukan. Apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini, Ladies!
Hal yang perlu dipahami sebelum treatment botoks1. Botoks merupakan tindakan pencegahanSebelum memutuskan menjalani treatment botoks, dokter estetika dr. Phery Cendres, M.Biomed (AAM) menekankan bahwa prosedur ini pada dasarnya bersifat pencegahan, bukan untuk menghilangkan kerutan yang sudah terbentuk sepenuhnya.
"Botoks sebenarnya preventif (pencegahan) sebelum terbentuknya garis dalam atau kerutan. Kalau kerutan sudah terbentuk, maka penyuntikan botoks biasanya perlu dilakukan berulang kali," ujarnya
2. Area yang disuntik botoks tidak boleh dipijat setelah tindakanSetelah menjalani treatment, dr. Phery menjelaskan bahwa area yang telah disuntik tidak boleh dipijat atau ditekan agar cairan botoks dapat menetap dan bekerja dengan optimal.
"Kalau sesudah botoks, area yang disuntik tidak boleh dipijat atau ditekan. Kita tunggu sampai cairannya benar-benar settle," jelas dr. Phery.
3. Hanya bertahan tiga sampai enam bulanEfek botoks tidak bersifat permanen, Ladies. Dikutip dari Healthline, dokter spesialis dermatologi medis, kosmetik, dan bedah asal Amerika Serikat, dr. Estee Williams, mengatakan bahwa efek botoks pada area glabella (garis di antara alis), dahi, dan crow's feet di sudut mata umumnya bertahan sekitar tiga hingga empat bulan.
Namun, durasi tersebut bisa lebih singkat pada orang yang rutin berolahraga dengan intensitas tinggi atau memiliki ekspresi wajah yang sangat aktif.
"Pasien yang rutin berolahraga dengan intensitas tinggi atau memiliki ekspresi wajah yang sangat aktif mungkin akan merasakan bahwa efek Botox hanya bertahan sekitar tiga bulan," jelas dr. Estee.
Sementara itu, untuk mempertahankan hasilnya, dr. Phery menyarankan penyuntikan ulang botoks dilakukan setiap tiga hingga enam bulan sekali.






Komentar (0)