Jakarta, VIVA – DPR RI menerima kunjungan perwakilan dari 18 konfederasi serikat buruh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan buruh juga menyerahkan draf masukan terkait penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketenagakerjaan yang sedang digodok oleh Panja DPR RI.
"Ini kita menerima dari 18 konfederasi, para presiden konfederasi buruh, pekerja yang ada di kita. Walaupun misalkan nanti masih ada yang belum ketemu dengan semua tim Panja penyusun rancangan undang-undang ketenagakerjaan, itu kita akan terus menerima, kita akan terus meng-accept dan mengakomodir masukan-masukan dalam rangka penyusunan draf naskah akademik untuk apa undang-undang ketenagakerjaan ini," ujar Cucun kepada wartawan.
Cucun menjelaskan, proses penyusunan regulasi ini berpacu dengan tenggat waktu. Meski demikian, ia memastikan harmonisasi penyusunan RUU ini akan terus berjalan dengan melibatkan para buruh.
Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan buruh dan kepastian hukum bagi para pengusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi.
"Tadi satu bundel sudah diserahkan kepada pimpinan Panja, Ibu Putih Sari. Dan mudah-mudahan ini bagian daripada perjuangan. Yang penting apa yang diharapkan semua harapan para pekerja di seluruh Indonesia ini betul-betul mendapatkan kehadiran negara. Yaitu bagaimana memberikan perlindungan, memberikan kepastian juga untuk kesejahteraannya. Dan untuk para pengusaha juga, ini sangat diperlukan untuk iklim investasi adalah yang namanya kepastian hukum," ungkap dia.
"Jadi kalau sudah sama-sama balance, mana kepentingan daripada pekerja, kemudian juga proteksi para pekerja, perlindungan, dan kepastian hukum untuk para pengusaha, ini yang diharapkan sehingga iklim investasi di kita akan tumbuh kembang secara pesat, ya," sambung dia.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengapresiasi ruang dialog yang dibuka oleh DPR RI.
Dia menuturkan, suara dan harapan yang diserahkan melalui draf penyusunan RUU Ketenagakerjaan itu mewakili suara mayoritas butuh di tanah air.
"Kami dari 18 konfederasi buruh, 157 federasi tingkat nasional, artinya 90% kekuatan buruh ada di koalisi ini. Dan kami menyiapkan draf RUU Ketenagakerjaan selama satu minggu penuh, untuk bisa berdiskusi dengan DPR," tutur Andi Gani.






Komentar (0)