Tepis Depresiasi Mobil Listrik, Polytron Tawarkan Sewa Baterai dan Buyback

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Salah satu tantangan utama yang kerap membuat calon konsumen ragu beralih ke mobil listrik adalah bayang-bayang depresiasi atau penurunan nilai jual kembali kendaraan. Faktor baterai yang mahal serta kekhawatiran akan penurunan daya tahan (degradation) dalam jangka panjang menjadi pemicu utamanya.

Mencoba meredam kecemasan tersebut, Polytron menghadirkan terobosan lewat skema langganan baterai Battery as a Service (BaaS) khusus untuk jajaran mobil listrik terbarunya, Polytron G3 Series.

"Melalui skema BaaS, komponen baterai dikeluarkan dari harga pembelian awal kendaraan. Konsumen hanya perlu membeli unit mobilnya saja, sementara penggunaan baterai menggunakan sistem sewa bulanan," tulis Polytron dalam rilis resminya.

Dua Pilihan Paket Sewa Baterai

Sistem langganan BaaS ini diklaim membuat harga awal kendaraan jauh lebih ramah di kantong sekaligus memangkas risiko penurunan nilai mobil di kemudian hari. Pasalnya, Polytron menjamin dan bertanggung jawab penuh atas performa serta kondisi baterai selama masa sewa aktif.

Guna menyesuaikan dengan pola penggunaan harian konsumen, Polytron menawarkan dua opsi paket langganan baterai:

Seluruh riwayat pemakaian, informasi jatuh tempo, hingga pemantauan performa kendaraan dapat diakses secara digital melalui aplikasi Polytron EV 4W Apps.

Senjata Pamungkas: Buyback Guarantee Hingga 70%

Tak cuma mengandalkan skema BaaS, Polytron kian percaya diri memikat konsumen lewat program Buyback Guarantee 70%.

Lewat program jaminan ini, pabrikan memberikan kepastian bahwa unit Polytron G3 Series milik konsumen dapat dibeli kembali oleh pihak pabrikan hingga 70 persen dari harga beli awal dalam kurun waktu hingga 3 tahun kepemilikan, sesuai dengan syarat dan ketentuan perawatan yang berlaku.

Sebagai informasi untuk area Jakarta (On The Road), Polytron memasarkan varian Polytron G3 BaaS dengan harga Rp 329,5 juta, sedangkan varian tertinggi Polytron G3+ BaaS dibanderol Rp 373,5 juta.

Kombinasi harga kompetitif, sewa baterai fleksibel, serta jaminan buyback ini diharapkan menjadi amunisi kuat Polytron dalam memimpin pasar elektrifikasi di Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kim Sang Sik Akui Vietnam Punya Kelemahan Besar
• 22 jam lalu
0
thumb
Mendagri Minta Kepala Daerah Lanjutkan Efisiensi Anggaran pada 2027
• 1 jam lalu
0
thumb
Lestari Moerdijat Ingatkan Golden Moment Sensus Ekonomi 2026 untuk Perbaiki Data UMKM
• 16 menit lalu
0
thumb
Sengketa Rumah Lee Kuan Yew Berakhir, Begini Endingnya
• 20 jam lalu
0
thumb
KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar di Sumenep, 5 Penumpang Meninggal Dunia
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.