HARIAN.FAJAR.CO.ID, LUWU TIMUR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyoroti masih rendahnya tingkat kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Ia meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada pegawai yang terbukti mangkir atau datang terlambat.
Penegasan tersebut disampaikan Irwan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Senin (3/8/2026), yang dihadiri jajaran asisten, staf ahli, pejabat eselon III dan IV, serta seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Dalam arahannya, Irwan mengapresiasi kepatuhan ASN dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) berpakaian dinas. Namun, ia menilai tingkat kehadiran pegawai di sejumlah OPD masih belum maksimal.
Menurutnya, kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan secara langsung di sejumlah perangkat daerah beberapa waktu lalu.
“Masih ada pegawai yang belum tepat waktu. Saya minta kepala OPD menindaklanjuti hal ini dan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang melanggar agar ada efek jera,” tegas Irwan.
Ia menekankan bahwa disiplin merupakan salah satu indikator utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Karena itu, setiap ASN dituntut menunjukkan tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.
Selain menyoroti kedisiplinan pegawai, Irwan juga mengingatkan seluruh OPD untuk mempercepat realisasi anggaran. Ia menilai masih terdapat hambatan birokrasi yang berdampak terhadap rendahnya serapan anggaran di sejumlah perangkat daerah.
Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh kepala OPD segera melakukan percepatan pelaksanaan program dan memangkas berbagai kendala administratif agar realisasi anggaran dapat meningkat secara signifikan dalam waktu paling lambat satu pekan.
“Saya minta kepada para kepala OPD agar segera menyelesaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta memperkuat koordinasi dengan pihak legislatif terkait program kerja tahun berjalan maupun perencanaan 2027,” ujarnya.
Irwan menegaskan percepatan penyusunan RKA menjadi langkah penting agar pelaksanaan program pembangunan tidak mengalami keterlambatan dan seluruh target kerja pemerintah daerah dapat tercapai sesuai perencanaan.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh ASN menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah dengan menyikapi berbagai isu secara objektif serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu provokasi.
Ia mengingatkan aparatur pemerintah agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Saya berharap agar bapak ibu peserta apel untuk bijak bermedia sosial dalam menanggapi isu yang ada. Perlu diingat bahwa semua yang dilakukan pemerintah semata-mata demi kebermaslahatan seluruh masyarakat Luwu Timur,” pungkasnya.
Melalui penegakan disiplin ASN, percepatan serapan anggaran, serta penguatan koordinasi antarlembaga, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap kinerja birokrasi semakin optimal sehingga mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.






Komentar (0)