jpnn.com, JAKARTA - PPPK dan PPPK paruh waktu se-Indonesia menunggu pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus mendatang. Pidato ini diharapkan menjadi kado HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesi
Dalam Instagram Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) R1 disampaikan jadwal rangkaian HUT ke-81 R1 sebagai berikut:
BACA JUGA: PPPK Paruh Waktu Desak Peralihan ke ASN Penuh Tuntas 2027, KemenPANRB & Kemendagri Merespons
1. Jumat, 14 Agustus 2026
Sesi 1: Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD
BACA JUGA: Pemerintah Pusat Siapkan Solusi untuk Pastikan Seluruh PPPK Terima Gaji, Tak Ada PHK
Sesi 2: Presiden akan memaparkan RUU APBN 2027 beserta
Rancangan Nota Keuangan di Sidang Paripurna DPR.
BACA JUGA: Guru Beserdik Diangkat PPPK Paruh Waktu Ditampung di Tendik, Dapodik Berubah, TPG Batal
2. Ziarah Nasional & Renungan Suci m Sabtu, 15 Agustus 2026 di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Jakarta.
Dari dua agenda tersebut kata Sekretaris Jenderal Guru Tenaga Kependidikan Nusantara (GTKN) Ratna Purwakesi, momen pidato presiden yang paling ditunggu.
"Ternyata pidato Presiden Prabowo bukan 16 Agustus, melainkan 14 Agustus. Kami degdegan sekali menanti momentum itu," kata Ratna kepada JPNN, Senin (3/8/2026).
Dia berharap permintaan yang diajukan PPPK dan PPPK paruh waktu saat pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi akan dikabulkan Presiden Prabowo.
Gaji PPPK paruh waktu guru, tendik, tenaga kesehatan, dan teknis sangat rendah. Padahal, mereka bekerja layaknya ASN PNS maupun PPPK penuh waktu.
'Ada kecenderungan daerah tidak mampu lagi membayar gaji PPPK dan PPPK paruh waktu sehingga ini jadi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Kami meminta kejelasan nasib PPPK paruh waktu. Tugas kami utuh, gaji separuh sangat tidak manusiawi," tegasnya.
Sebelumnya, Ratna mengungkapkan, pascapertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Presetyo Hadi, ada sinyalemen dari pihak Istana bahwa menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan kabar baik untuk ASN termasuk PPPK paruh waktu dalam pidato kenegaraannya.
"Menurut Pak Sufmi, Presiden Prabowo akan menyampaikan kebijakan dalam penyelesaian masalah guru. Ini akan menjadi kabar yang menggembirakan," kata Ratna kepada JPNN.com, Senin (13/7/2026).
Ratna berharap, kebijakan yang diumumkan Presiden Prabowo itu tidak hanya menyangkut nasib guru PPPK paruh waktu, tetapi juga nasib tenaga kesehatan (nakes), tenaga kependidikan (tendik), dan tenaga teknis.
Sinyal positif dari Istana ini menurut Ratna, makin kuat auranya saat pelaksanaan Forum Grup Diskusi di Gedung DPR RI pada 9 Juli 2026. Ratna yang ikut hadir dalam FGD itu menyampaikan sejumlah aspirasi dari GTKN sebagai berikut:
1. Kejelasan status honorer atau non-ASN agar terakomodasi menjadi PPPK paruh waktu atau P3K PW.
2. Perubahan status dari P3K PW ke PPPK penuh waktu termasuk penyesuaian tendik menjadi guru.
3. Perubahan status PPPK ke PNS, Jenjang karier PPPK dan regulasi agar PPPK bisa mencalonkan kepala sekolah (KS) tidak harus di sekolah induk.
4. Permasalahan TPG GPAI dan Inpasing
5. Penggajian PPPK dan P3K PW dari guru, tendik, teknis , dan nakes dari APBN.
"Semua hasil FGD sudah disampaikan kepada Pak Sufmi Dasco," ucapnya
Ratna mengimbau seluruh ASN khususnya PPPK paruh waktu atau P3K PW mengawal dan terus berdoa mudah-mudahan Presiden Prabowo bisa mengabulkan seluruh aspirasi PPPK paruh waktu. (esy/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)