Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis peta potensi kekeringan meteorologis periode Dasarian I Agustus 2026 (1–10 Agustus 2026). Dalam pemetaan tersebut, sebanyak 13 kabupaten dan kota di Jawa Barat masuk kategori status Awas.
Berdasarkan data yang dihimpun dari akun Instagram @bmkg_jawabarat, sebagian besar daerah yang masuk dalam radar tingkatan status Awas mendominasi kawasan utara, tengah, hingga sebagian selatan Jawa Barat. Berikut rincian pembagian wilayah berdasarkan tingkat potensi kekeringan meteorologis:
Baca Juga :
Krisis Air Bersih Meluas di Jabar, 15 Kabupaten/Kota Terdampak- Kota Bekasi
- Kabupaten Karawang
- Kabupaten Purwakarta
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Bandung Barat
- Kota Cimahi
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Garut
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Bekasi
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Ciamis
- Kota Banjar
- Kabupaten Kuningan
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Tasikmalaya
Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc. Imbauan BMKG Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat untuk segera melakukan langkah antisipasi terhadap sejumlah dampak yang mungkin ditimbulkan.
Potensi dampak utama yang perlu diwaspadai antara lain krisis ketersediaan air bersih, ancaman gagal panen pada sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat diminta untuk menghemat penggunaan air serta terus memantau informasi perkembangan cuaca dan iklim resmi dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat.





Komentar (0)