Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara menyatakan musim kemarau yang terjadi saat ini menyebabkan perairan di Dermaga Marunda Kepu, Jakarta Utara, surut dan berdampak pada kandasnya kapal nelayan setempat.
“Sejumlah kapal nelayan kandas akibat debit air yang menyusut akibat musim kemarau,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit di Jakarta, Senin.
Novy menerangkan kondisi ini menyebabkan nelayan harus menarik perahu secara manual ke perairan yang lebih dalam sebelum melaut.
Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara untuk melakukan pengerukan di lokasi tersebut agar kapal nelayan kembali dapat bersandar dengan aman.
“Tujuannya agar aktivitas nelayan kembali lancar,” kata dia.
Namun demikian, sejauh ini hasil tangkapan nelayan pada musim kemarau masih cukup baik.
“Hasil tangkapan nelayan, khususnya rajungan yang ditangkap menggunakan bubu, masih cukup baik,” kata dia.
Sebelumnya, Suku Dinas KPKP terus melakukan pendampingan kepada petani dan nelayan di wilayah Jakarta Utara dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlanjut hingga September.
“Kami terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem,” kata dia.
Baca juga: Pemkot arahkan petani tanam pangan tahan terbatas air hadapi kemarau
Baca juga: Modifikasi cuaca di Jakarta dimungkinkan saat kemarau
Baca juga: BMKG ingatkan ESDM hingga PLN antisipasi lonjakan listrik saat El Nino
“Sejumlah kapal nelayan kandas akibat debit air yang menyusut akibat musim kemarau,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit di Jakarta, Senin.
Novy menerangkan kondisi ini menyebabkan nelayan harus menarik perahu secara manual ke perairan yang lebih dalam sebelum melaut.
Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara untuk melakukan pengerukan di lokasi tersebut agar kapal nelayan kembali dapat bersandar dengan aman.
“Tujuannya agar aktivitas nelayan kembali lancar,” kata dia.
Namun demikian, sejauh ini hasil tangkapan nelayan pada musim kemarau masih cukup baik.
“Hasil tangkapan nelayan, khususnya rajungan yang ditangkap menggunakan bubu, masih cukup baik,” kata dia.
Sebelumnya, Suku Dinas KPKP terus melakukan pendampingan kepada petani dan nelayan di wilayah Jakarta Utara dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlanjut hingga September.
“Kami terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem,” kata dia.
Baca juga: Pemkot arahkan petani tanam pangan tahan terbatas air hadapi kemarau
Baca juga: Modifikasi cuaca di Jakarta dimungkinkan saat kemarau
Baca juga: BMKG ingatkan ESDM hingga PLN antisipasi lonjakan listrik saat El Nino






Komentar (0)