Jakarta, ERANASIONAL.COM – Nilai tukar rupiah memulai perdagangan pada Senin (3/8) pagi dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat.
Mata uang Indonesia dibuka di level Rp17.985 per dolar AS, menguat 37 poin atau sekitar 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Kinerja positif rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga mencatat penguatan terhadap dolar AS.
Yen Jepang menjadi mata uang dengan apresiasi terbesar, yakni 0,63 persen, disusul won Korea Selatan yang naik 0,74 persen.
Sementara itu, peso Filipina menguat 0,36 persen, dolar Singapura bertambah 0,16 persen, yuan China naik 0,03 persen, dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, ringgit Malaysia justru bergerak melemah sebesar 0,01 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Pergerakan mata uang negara-negara maju terlihat lebih beragam. Euro menguat 0,05 persen dan dolar Australia naik 0,20 persen.
Sebaliknya, poundsterling Inggris terkoreksi 0,05 persen, sedangkan dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing melemah 0,08 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini.
Menurutnya, sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ia menjelaskan, optimisme pasar muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran pada Minggu, sehingga meningkatkan harapan akan terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.
Meski demikian, Lukman memperkirakan ruang penguatan rupiah tidak akan terlalu besar.
Pasalnya, pelaku pasar masih memilih menunggu rilis sejumlah indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan terbit siang ini, terutama data perdagangan dan inflasi.
“Namun penguatan akan terbatas, dengan investor menantikan rilis data-data ekonomi penting domestik siang ini yaitu perdagangan dan inflasi,” ujar Lukman.
Untuk perdagangan hari ini, ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS. []






Komentar (0)