Seorang wisatawan wanita bernama Sabila tewas terjatuh saat selfie di tebing di kawasan Pantai Semeti, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (2/8).
Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA saat korban bersama tiga rekannya berwisata ke Pantai Semeti.
Saat terjatuh, tiga rekannya berusaha memberikan pertolongan dan meminta bantuan warga sekitar.
"Korban atas nama Sabila terjatuh dari tebing saat sedang berfoto selfie, kemudian terseret ombak. Tiga rekannya berusaha memberikan pertolongan sambil meminta bantuan kepada warga sekitar dan nelayan setempat," ujar Gde Eka.
Menurutnya, laporan kejadian diterima Unit Siaga SAR Mandalika tidak lama setelah insiden terjadi. Tim penyelamat kemudian diberangkatkan menuju lokasi pada sekitar pukul 13.15 WITA.
"Sekitar pukul 13.45 WITA, kami menerima informasi bahwa korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan setempat. Selanjutnya korban dibawa ke Klinik Selong Medical Service, Selong Belanak, untuk mendapatkan penanganan medis," jelasnya.
Korban yang meninggal dunia diketahui berasal dari Dusun Kambeng, Desa Sekotong Timur. Setelah dievakuasi, korban sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, tiga korban lainnya berhasil selamat. Anisa, warga Karang Bakang, Kuripan, mengalami luka-luka dan syok. Ferdi, warga Pancor Tempos, juga mengalami luka-luka dan syok. Adapun Dimas, warga Pancor Tempos, selamat, namun mengalami syok berat hingga belum dapat berkomunikasi.
Pantai Semeti dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pesisir di Lombok Tengah yang memiliki tebing karang serta ombak yang cukup besar. Kondisi tersebut dinilai memiliki tingkat risiko tinggi bagi pengunjung yang beraktivitas terlalu dekat dengan bibir tebing atau garis pantai.
Gde Eka mengimbau wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkunjung ke kawasan pantai, terutama di area tebing dan lokasi dengan gelombang tinggi.
"Kami mengingatkan wisatawan untuk lebih berhati-hati saat mengambil foto di lokasi wisata yang memiliki medan berbahaya. Jangan mengabaikan faktor keselamatan hanya demi mendapatkan foto," pungkasnya.






Komentar (0)