Banyak Katalis Penting, Mampukah IHSG Tembus Level 6.400 Lagi?

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (3/8/2026) di tengah ramainya sentimen domestik dan global.

Banyak Katalis Penting, Mampukah IHSG Tembus Level 6.400 Lagi? (Foto: Ajaib Sekuritas)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (3/8/2026) di tengah ramainya sentimen domestik dan global yang dinilai akan menjadi penentu arah pasar pada awal Agustus.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.34 WIB, IHSG menguat tipis 0,01 persen atau naik 0,36 poin ke level 6.236,49.

Baca Juga:
Trump Akui AS-Jepang Intervensi Pasar Bersama untuk Perkuat Yen

Sepanjang sesi, indeks sempat dibuka menguat di level 6.272,62 dan menyentuh level tertinggi 6.273,33 serta terkoreksi sempat menyentuh level terendah 6.213,35.

Nilai transaksi mencapai Rp5,9 triliun dengan volume perdagangan 17,10 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,022 juta kali.

Baca Juga:
Iran Bantah Minta AS Batalkan Serangan, Sebut Negosiasi Selat Hormuz Masih Buntu

Sebanyak 285 saham menguat, 347 saham melemah, dan 331 saham bergerak stagnan.

Pergerakan tersebut menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati meski IHSG baru saja membukukan reli kuat sepanjang Juli.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Rp7.000 Jadi Rp2.623.000 per Gram

Investor kini menunggu sejumlah katalis penting yang diyakini akan menentukan apakah indeks mampu kembali menembus area resistensi 6.400.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren bullish jangka pendek.

Posisi indeks yang bertahan di atas moving average (MA) 20 hari menunjukkan momentum kenaikan masih terjaga dengan MA20 berfungsi sebagai dynamic support.

Meski demikian, area 6.200 hingga 6.400 menjadi supply area sekaligus resistance utama yang akan menentukan arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek hingga menengah.

Selama indeks mampu bertahan di atas support psikologis 6.000-6.100, peluang melanjutkan penguatan menuju level resistance berikutnya dinilai masih terbuka.

BRI Danareksa menambahkan, konfirmasi breakout idealnya disertai peningkatan volume transaksi, masuknya dana asing (foreign inflow), serta penutupan indeks di atas area supply.

Sebaliknya, jika IHSG kembali gagal menembus resistance tersebut, pasar berpotensi mengalami healthy pullback menuju area support sebelum melanjutkan tren kenaikan.

Dari sisi fundamental, sejumlah sentimen diperkirakan menjadi penggerak utama pasar pada pekan ini.

Musim laporan keuangan semester I-2026 menjadi salah satu katalis positif. Mayoritas emiten mencatatkan kinerja yang solid dengan realisasi laba telah mencapai sekitar 45-55 persen dari estimasi konsensus sepanjang 2026.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang terjadinya revisi naik proyeksi laba (earnings upgrade) sekaligus rerating valuasi saham.

Investor juga akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik, mulai dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang diperkirakan mencapai 5,3 persen secara tahunan, inflasi Juli sebesar 3,3 persen secara tahunan dibandingkan 3,24 persen pada bulan sebelumnya, hingga data neraca perdagangan.

Rangkaian data tersebut akan menjadi acuan dalam membaca arah perekonomian nasional dan kebijakan Bank Indonesia (BI) ke depan.

Di sisi eksternal, perkembangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Meskipun peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi mulai meningkat, lonjakan harga minyak Brent sekitar 24 persen sepanjang Juli tetap berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan memengaruhi sentimen investor.

Selain itu, pasar juga menunggu perkembangan proses penunjukan Gubernur BI yang baru.

Investor akan mencermati proses fit and proper test dengan fokus pada kesinambungan kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah, serta independensi BI. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Genting! Warga Amerika Diminta Segera Tinggalkan Timur Tengah
• 22 jam lalu
0
thumb
Kapan Sebenarnya Ruben Onsu dan Sarwendah Cerai? Konfliknya Memanas Terus!
• 9 jam lalu
0
thumb
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Panik dan Berkumpul di Geladak
• 23 jam lalu
0
thumb
Spanyol Kecam Reaksi Uni Eropa usai 60 Ribu Migran Masuk Ceuta, Sebut Egois dan Melanggar Hukum
• 21 jam lalu
0
thumb
Mati Listrik Senin Pagi di Tangsel dan Jaksel, Begini Kata PLN
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.