IHSG Berpeluang Tembus 6.400, Stabilitas Ekonomi dan Laporan Keuangan Jadi Katalis Positif

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki ruang penguatan dalam jangka pendek di sepanjang pekan ini. Hal itu seiring tetap terjaganya fundamental ekonomi domestik, ekspektasi penurunan suku bunga global, serta dimulainya musim rilis laporan keuangan emiten semester I-2026.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah mengatakan, kombinasi ketiga faktor tersebut diperkirakan menjadi katalis yang dapat menopang pergerakan pasar saham dalam beberapa pekan ke depan. 

Namun demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah sentimen eksternal yang berpotensi meningkatkan volatilitas, seperti arah arus dana asing, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga perkembangan kondisi ekonomi global.

Secara teknikal, IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dan tengah menguji area Exponential Moving Average (EMA) 50 di kisaran 6.250. Level tersebut dinilai menjadi penentu arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

"Apabila IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level 6.250 dengan didukung peningkatan volume transaksi serta kembali masuknya aliran dana asing, maka peluang penguatan menuju area 6.400 akan semakin terbuka," ujar dia dalam keterangan risetnya, Senin (3/8/2026).

Sebaliknya, apabila indeks kembali gagal melewati area EMA50, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak terbatas atau sideways pada rentang 6.150-6.250 sambil menunggu katalis baru yang lebih kuat.

Dalam kondisi tersebut, investor disarankan menerapkan strategi akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental kuat, sembari menunggu konfirmasi arah tren IHSG setelah berhasil menembus level resistance penting.

Sejalan dengan dinamika pasar tersebut, IPOT sebagai platform investasi yang telah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui fitur LADI (Live Action Done Indicator) turut membagikan sejumlah rekomendasi saham pilihan.

Baca Juga: Laba Ultrajaya Melonjak 72%, Tembus Rp1 Triliun di Semester I-2026

Baca Juga: Blue Bird Raup Pendapatan Rp2,97 Triliun, Laba Bersih Malah Anjlok

Baca Juga: IHSG Melesat ke Level 6.219, Mayoritas Saham Kompak Menguat

Fitur ini memungkinkan investor ritel memantau akumulasi dan distribusi saham secara real-time, sehingga dapat mendeteksi tekanan beli maupun jual serta mengidentifikasi pergerakan smart money selama perdagangan berlangsung.

Adapun tiga saham yang dinilai memiliki prospek teknikal menarik pada pekan ini adalah EMAS, HMSP, dan UNVR.

  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) direkomendasikan buy di harga Rp6.600  per saham, dengan target Rp7.550 per saham atau potensi kenaikan sekitar 14,39%. Stop loss ditempatkan di Rp6.100 per saham, sehingga memberikan risk to reward ratio sebesar 1:1,9. Secara teknikal, EMAS masih berada dalam tren naik yang kuat dan didukung oleh akumulasi smart money mencapai sekitar Rp143 miliar dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap potensi kelanjutan penguatan saham ini.
  • Sementara itu, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) direkomendasikan buy on pullback pada area Rp710-730 per saham, dengan target Rp810 atau potensi kenaikan sekitar 14,08%. Adapun batas stop loss berada di Rp680 per saham, dengan risk to reward ratio mencapai 1:3,3. Dari sisi teknikal, HMSP berhasil mempertahankan pergerakan di atas EMA5 hingga EMA50, yang mengindikasikan tren positif semakin solid. Penguatan tersebut juga ditopang oleh lonjakan volume transaksi yang berada di atas rata-rata 20 hari terakhir, menandakan tingginya minat beli investor.
  • Rekomendasi berikutnya adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan strategi buy di harga Rp1.755 per saham. Target kenaikan berada di Rp1.830 per saham atau sekitar 4,27%, sementara stop loss dipasang di Rp1.710 per saham, dengan risk to reward ratio sebesar 1:1,7. Saham UNVR menunjukkan sinyal pembalikan arah setelah membentuk pola Bullish Marubozu, yang mencerminkan dominasi pembeli sepanjang sesi perdagangan. Optimisme tersebut semakin diperkuat oleh akumulasi bersih investor asing sebesar Rp18,6 miliar dalam sepekan terakhir, sehingga membuka peluang berlanjutnya momentum bullish dalam jangka pendek.

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 
• 15 jam lalu
0
thumb
5 Ide Lomba HUT RI Ke-81 yang Bisa Dilakukan di Dalam Ruangan, Lahan Terbatas Bukan Lagi Masalah
• 21 jam lalu
0
thumb
BI dan Pemkot Kendari Perkuat Digitalisasi UMKM
• 22 jam lalu
0
thumb
John Herdman tunggu hasil pemeriksaan Marselino jelang jamu Vietnam
• 13 jam lalu
0
thumb
BP Batam Kawal Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.