HARIAN.FAJAR.CO.ID, WASHINGTON—Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan baru dengan Iran akan dimulai pada hari Senin, setelah membatalkan apa yang disebutnya sebagai serangan “besar-besaran” terhadap negara tersebut.
“Mereka tahu skala serangan itu karena mereka melihatnya terbentuk,” katanya kepada wartawan di atas Air Force One pada hari Minggu.
“Kami berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Dimulai besok sore,” lanjutnya dikutip dari BBC.
Dalam unggahan sebelumnya di Truth Social, Trump mengatakan dia telah diminta oleh Iran dan sekutu AS di Timur Tengah untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disepakati.
Iran belum menanggapi pernyataan Trump. Presiden AS telah berulang kali berjanji bahwa penyelesaian perang melalui negosiasi sudah dekat, namun serangan balasan kembali terjadi.
Dalam pernyataannya di Air Force One, Trump menolak untuk menguraikan tenggat waktu untuk kesepakatan yang akan dicapai dengan Teheran.
“Kita lihat saja bagaimana. Kami siap kapan pun kami mau… Saya tidak ingin membunuh orang,” tegasnya.
Trump menambahkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman – serta mitra AS seperti Uni Emirat Arab dan Qatar – telah mendesaknya untuk tidak melakukan serangan pada akhir pekan. (amr)






Komentar (0)