HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebanyak 120 anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memulai pengabdian masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dengan agenda riset, pemetaan potensi, dan pemberdayaan yang berlangsung selama empat bulan di Kampung Weri dan Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur.
Rombongan yang terdiri atas 20 tim ini tiba di Bandara Siboru Fakfak pada Minggu (2/8/2026) dan disambut hangat oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, serta Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak, Lud Kamudi. Sambutan budaya berupa tarian adat menjadi simbol penghormatan sekaligus ucapan selamat datang bagi para Patriot sebelum mereka memulai tugas pengabdian.
Kehadiran TEP Unhas merupakan bagian dari program Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi. Program ini melibatkan perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan transmigrasi melalui riset, kajian, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Tim TEP Unhas, Sabdukkah Sanusi, PhD, menjelaskan bahwa para Patriot tidak hanya menjalankan program, tetapi juga berupaya memahami kondisi dan potensi lokal sebagai dasar penyusunan intervensi yang tepat.
“Para Patriot akan terlebih dahulu memahami kondisi masyarakat dan potensi yang ada. Kami ingin memastikan setiap program yang dilakukan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat,” katanya.
Setelah kedatangan, TEP Unhas bersama perwakilan dari TEP Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan pertemuan dengan Lud Kamudi untuk membahas persiapan apel penyambutan resmi yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Bupati Fakfak pada Senin (3/8/2026). Apel ini sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi antara tim ekspedisi dan pemerintah daerah.
Lud Kamudi menyatakan, “Kami berharap kehadiran para Patriot dapat memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah tentu akan mendukung agar program yang dijalankan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi kampung serta masyarakat.”
Usai apel, TEP Unhas akan berdiskusi lebih lanjut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan keselarasan program dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan daerah. Setelah koordinasi, para Patriot akan bergerak menuju dua kampung penugasan untuk menjalankan aktivitas sosial, riset, pemetaan potensi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.
Berbagai aspek yang akan dikembangkan mencakup potensi ekonomi masyarakat, komoditas lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi tepat guna, hingga penguatan akses pasar. Program ini disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan masyarakat di Weri dan Saharey.
Sabdukkah Sanusi menegaskan bahwa pengalaman selama empat bulan di Fakfak diharapkan menjadi proses belajar dua arah antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Ekspedisi ini bukan hanya tentang apa yang bisa dibawa dari kampus ke masyarakat. Para Patriot juga akan belajar dari pengetahuan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki masyarakat Fakfak,” jelasnya.
Kehadiran 120 Patriot Unhas di Fakfak diharapkan dapat mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan perguruan tinggi dengan pengetahuan dan potensi lokal masyarakat. Bagi Unhas, ekspedisi ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan membawa semangat kampus untuk Indonesia. (*/)






Komentar (0)